Tiga Tipe Manusia

By | Januari 3, 2012
Dahulu memang berat. Aku resah jikalau disuruh tuk menceritakan dari mana, yang jelas. ini yaitu sebuah pembelajaran yang tak ingin ku buang sia-sia.
Aku tak pernah mengerti perihal tingkah laris manusia, yang terang cuma satu. berdasarkan ilmu pedagogik pendidikan bahwa “anak didik yaitu makluk yang unik”. so? mengambil singkat aja. insan yaitu makluk yang unik. yang berbeda-beda. mungkin ada yang sama… tapi, yang terang ada bedanya.. kembar aja kan beda… hahahaha..
Sering ku baca perihal teori abjad insan yang terang insan itu harus menjadi bla-bla-bla.. dan bla… susah jikalau menceritakaannya. tapi yang yang sering saya dengarkan yaitu ada tiga tipe abjad dari insan terhadap lingkungannya. (yang sudah mendengar or membaca bisa pribadi klik-klik artikel yang lain aja, jangan ditutup dulu blognya.. OOkk??)
Baca juga : Konsisten itu sulit

Pertama “ibarat wortel yang keras dimasukkan kedalam air panas dan melembek”
Tipe yang pertama yaitu tipe wortel. saat ia belum tertekan oleh lingkungannya ia sangat keras dan kokoh, berpengaruh dibanding dengan sayuran lainnya. Wortel saat dalam lingkungannya akan menjadi kuat. Namun, saat ia tertekan (diibaratkan dimasukkan keladalah air panas). wortel yang semula berpengaruh akan menjadi lemah. Itulah salah satu teladan dari abjad seseorang saat ia dimasukkan kedalam lingkungan yang berbeda, orang yang semulanya keras akan menjadi lemah alasannya yaitu tidak berdaya dengan lingkungannya.

Kedua “ibarat telur yang lembek dimasukkan kedalam air panas kemudian mengeras”

Tipe  yang kedua yaitu tipe telur, saat normalnya telur yaitu benda yang lembut (lembek) tidak keras (soft) dan biasa menjadi embrio kehidupan yang gres saat di erami induknya. Tipe ini menitik beratkan pada hasil saat telur dimasukkan kedalam lingkungan yang berbeda (air panas), telur yang semula lembek akan bermetamorfosis keras. Tipe ini bisa menggambarkan seseorang yang lembut dan penurut namun saat ia dimasukan kedalam lingkungan yang gres ia akan mengimunkan dirinya sendiri sehingga ia menjadi penentang bagi lingkungannya dan menggeras sekeras-kerasnya layaknya telur yang semula lembek di masukkan kedalam air panas menjadi keras.
Tiga “Ibarat kopi hitam yang dimasukkan kedalam air panas, bisa menghitamkan air yang semula jernih”
Barang tentu pembaca yang budiman sudah tahu makna dari pernyataan diatas. Bisa dibayangkan. saat saudara menciptakan secangkir kopi di gelas beling saudara akan melihat betapa hebatnya kopi yang bisa merubah jernihnya air bening menjadi hitam legam mirip kopi. Inilah tipe seorang insan yang bisa merubah lingkungannya, berawal dari seorang yang tak berlalu dipandang saat dibawah tekannan lingkungan ia tidak pasrah kepada lingkungan (menjadi lembek) ataupun mempertahankan dirinya sampai menjadi keras. Namun, ia menjadi seorang yang sanggup merubah lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat lagi.
Lalu apa yang dibutuhkan dalam merubah sebuah lingkungan???
silahkan anda cari sendiri jawabanya pada artikel yang lainnya yang terang anda akan memperlukan biaya, tenaga, kekuatan dan semua yang anda miliki. Seperti para pejuang, satria kita yang dulu merebut negara ini. mereka berjuang habis-habisan. Apa yang mereka korbankan?? semuanya…
Untuk merubah sesuatu dibutuhkan kekuatan dan kerja keras.
Semoga artikel yang kecil ini ada manfaatnya. Jika ada yang kurang berkenan mohon maaf.
Selamat tiba diblog saya dan salam kenal dari saya… Candra Blogger.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *