Tembang Macapat Dan Unsur-Unsurnya

By | Oktober 25, 2017
 Macapat ialah salah satu dari jenis tembang dalam Budaya Jawa Tembang Macapat dan Unsur-unsurnya
Materi Tembang Macapat

Tembang Macapat Salah Satu Budaya : Pengantar Singkat

Tembang (arti : Lagu) Macapat ialah salah satu dari jenis tembang dalam Budaya Jawa. Tembang dalam Budaya Jawa ada tiga macam yaitu, Tembang Ageng, Tembang Tengahan, Tembang Macapat. Tembang Macapat mempunyai 11 (sebelas) macam Tembang yang nanti akan kita bahas satu persatu pada artikel dibawah. Tembang Macapat sering disebut juga sebagai Sekar Alit

Ruang Lingkup
Artikel kali ini akan kami hadirkan pengertian, asal permintaan dan juga keterangan-keterangan perihal tembang macapat. Selain itu kami juga akan menghadirkan perihal guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dalam tembang macapat sebagai panduan dikala kita menciptakan tembang macapat.

Jika anda bertanya kenapa aku memakai Bahasa Indonesia pada artikel ini jawabannya ialah supaya semua orang yang paham Bahasa Indonesia bisa  kenal terhadap Tembang Macapat


Mengapa dinamakan Macapat?
Asal kata Macapat ada yang mengartikan kata tersebut berasal dari kata Maca (arti : Baca) dan kata Cepet (arti : Cepat) sehingga menjadi kata adonan Macapet. Karena Macapat harus memperhatikan keindahan bunyi dan vokal dikala membacanya, alhasil kata Macapat bermetamorfosis Macapat. Dari sini sanggup dipahami bahwa macapat merupakan lagu yang dibaca dengan cepat.
Kapan Macapat mulai ada? Siapa pencipta tembang Macapat?
Tembang Macapat sudah ada semenjak zaman Majapahit, tetapi semua sekaligus dengan enam tembang Tengahan. Menurut Tedjohadisumarto, tembang Macapat diciptakan oleh Prabu Dewawasesa alias Prabu Banjaransari pada 1191 Tahun Jawa atau Tahun 1269 Masehi (Prawiradisastra, 1997:101).


Nama-nama dan arti tembang Macapat!
Tembang Macapat secara keseluruhan (11 tembang atau lagu) isinya menggambarkan kepada kita perihal siklus hidup manusia, dari mulai kandungan hingga dengan meninggal. Sistematika hidup insan inilah yang digambarkan oleh Tembang Macapat.
Berikut nama-nama dan klarifikasi tembang macapat :
  1. Mijil : Menggambarkan bayi lahir
  2. Kinanthi : Bayi yang semakin membesar dan perlu dilatih berjalan (Jawa : Ditiah)
  3. Sinom : Anak-anak yang telah menjadi remaja
  4. Asmarandana : Masa mulai mengenal cinta
  5. Dandanggula : Mulai mencicipi keindahan dan manisnya cinta
  6. Gambuh : Menikah dan mulai membangun keluarga
  7. Maskumambang : usia yang semakin tua, tetapi masih belum mantap antara kehidupan dunia dan akhirat, masih labil terbawa suasana.
  8. Durma : Sudah mulai mempunyai kemantapan hati dalam urusan akhirat
  9. Pangkur : Usia yang semakin menua dan hatinya sudah meninggalkan urusan dunia
  10. Megatruh : meninggal (pisah antara tubuh dan ruh)
  11. Pucung : Jasad yang dibungkus memakai kain kafan menjadi pocong

Sebutkan uraian dalam Tembang Macapat ada tiga yaitu?
  1. Guru Gatra : Jumlah baris atau lirik (gatra) dalam satu tembang (sepada)
  2. Guru Wilangan : Jumlah suku kata (wanda) pada setiap baris (gatra)
  3. Guru Lagu : Jatuhnya bunyi vokal (A, I, U, E, O) di final baris (gatra)
No Nama Tembang Uraian
1
Mijil 10-i, 6-o, 10-e, 10-i, 6-i, 6-u
2
Kinanthi 8-u, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i
3
Sinom 8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 7-i, 8-u, 7-a, 8-i, 12-a
4
Asmarandana 8-i, 8-a, 8-e/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a
5
Dandanggula 10-i, 10-a, 8-e, 7-u, 9-i, 7-a, 6-u, 8-a, 12-i, 7-a
6
Gambuh 7-u, 10-u, 12-i, 8-u, 8-o
7
Maskumambang 12-i, 6-a, 8-i, 8-a
8
Durma 12-a, 7-i, 6-a, 7-a, 8-i, 5-a, 7-i
9
Pangkur 8-a, 11-i, 8-u, 7-a, 12-u, 8-a, 8-i
10
Megatruh 12-u, 8-i, 8-u, 8-i, 8-o
11
Pucung 12-u, 6-a, 8-i, 12-a
Berikut pemaparan perihal urian Tembang Macapat!
Guru Gatranya sanggup anda hitung lewat urian pada tiap barisnya.
Contoh : Tembang Mijil mempunyai Guru Gatra sebanyak enam gatra (enam baris), sedangkan guru wilangan pada baris pertama berjumlah 10 suku kata, pada baris kedua 6 suku kata (begitu seterusnya). Mijil mempunyai guru lagu pada baris pertama diakhire dengan vokal i, pada baris kedua diakhiri dengan vokal o (begitu seterusnya hingga habis)

Pada tembang asmarandana pada gatra ketiga guru lagunya sanggup memakai vokal e atau vokal o

Keseimpulan
Tembang macapat ialah salah satu jenis lagu usang dari kebudayaan Jawa, tembang macapat mempunyai 11 bacam jenis lagu mulai dari Mijil hingga ke Pucung. Masing-masing lagu pada tembang macapat mempunyai makna perihal kehidupan insan mulai dari insan lahir hingga meningga dunia. Tembang ini sangat akrab sekali dengan soal-soal pada pelajaran bahasa Jawa

Daftar Pustaka
Prawiradisastra, Sadjijo. 1997. Pengantar Seni Tembang, Diktat. Yogyakarta: FBS. UNY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *