Teknik Dan Teladan Memperbaiki Kesalahan Ejaan Pada Paragraf

By | Februari 7, 2018
Belajar memperbaiki kesalahan ejaan pada paragraf Teknik dan Contoh Memperbaiki Kesalahan Ejaan pada Paragraf
Memperbaiki Kesalahan Ejaan Pada Paragraf


Permasalahan dan ruang pembahasaan

Soal yang berkaitan dengan memperbaiki kesalahan dalam penulisan tau menyunting merupakan salah satu jenis soal yang sering muncul pada pelajaran Bahasa Indonesia SD di Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Umumnya soal menyunting di SD tidak sekompleks yang ada di sekolah menengah atau yang lainnya.
Apa yang dimaksud Ejaan?
Ejaan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu kaidah-kaidah (aturan-aturan) cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk goresan pena (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca
Soal menyunting di USBN
Soal menyunting di USBN khususnya di Sekolah Dasar, lebih cenderung pada perbaikan penggunaan abjad kapital dan juga pada penggunaan tanda baca yang tepat pada sebuah  Sehingga, anak SD bisa menguasai penggunaan abjad kapital dan penggunaan tanda baca secara tepat.
Bagaimana teknik memperbaiki kesalahan Ejaan pada Paragraf?
Mengetahui fungsi dari kaidah penulisan yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia menjadi hal yang wajib diketahui untuk bisa melaksanakan penyuntingan sebuah paragraf dan membetulkannya jikalau ada yang dianggap kiurang tepat pada penulisannya.

Penggunaan abjad kapital (besar)
Kaidah Pemakaian Huruf Kapital (Besar) dalam Bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut
1. Huruf kapital dipakai pada abjad pertama awal kalimat
2. Huruf pertama pada penulisan nama
a. Nama Orang 
b. Tuhan, kitab Suci dan Agama
c. Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang
d. Nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang
e. Nama bangsa, suku, dan bahasa
f. Nama tahun, bulan dan hari (namanya bukan pada penulisan hari, bulan, tahun)
g. Nama geografi jikalau diikuti namanya. Contoh : Jalan Anggrek
h. Nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan
3. Huruf pertama semua unsur baik negara maupun pemerintahan
4. Huruf pertama kata penunjuk kekerabatan kekerabatan
5. Huruf pertama kata ganti Anda
6. Digunakan untuk penulisan singkatan.

Huruf kapital TIDAK DIGUNAKAN dalam :

  1. Penulisan jabatan yang tidak menunjuk kepada orang, atau hanya sapaan
  2. Memperjelas nama jenis

Penggunaan tanda baca
Kaidah penggunaan tanda baca jikalau pembaca lihat di buku EYD maka pembaca akan menemukan berbagai penghunaannya. Namun dalam penggunaan tanda baca di tingkat sekoah dasar yang sering keluar yaitu tanda baca yang umum dan paling sering dipakai (belum terlalu mendetail). Oleh alasannya itu kami sajikan tanda baca yang sering dipakai di sekolah dasar beserta klarifikasi penggunaannya secara ringkas.

  1. Tanda titik (.) dipakai pada tamat kalimat dan pada penulisan bilangan ribuan.
  2. Tanda koma (,) dipakai untuk merinci sebuah kalimat, memisahkan bilangan desimal, diletakkan sehabis kata seru, ibarat o, ya, wah, aduh, alamak, atau amboi.
  3. Tanda titik dua (:) dipakai diakhir suatu pernyataan yang diikuti rangkaian atau perincian (yang sejenis).
  4. Tanda hubung (-) dipakai untuk menyambung unsur kata ulang sanggup pula berarti “sampai
  5. Tanda tanya (?) dipakai diakhir kalimat tanya
  6. Tanda seru (!) Digunakan diakhir kalimat undangan atau perintah
  7. Tanda petik (“….”) dipakai untuk penulisan kutipan langsung, dipakai ketika menulis obrolan antar tokoh
  8. Tanda kurung ((….)) dipakai untuk mengapit keterangan tambahan.
  9. Tanda garis (/) dipakai untuk penulisan nomor surat

Penggunaan tanda baca dalam Bahasa Indonesia yang lengkap sanggup dilihat pada buku kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar atau lebih bersahabat disebut buku EYD. Pemaparandiatas hanya berupa pemaparan singkat saja yang sering dipakai di SD.
Contoh soal memperbaiki kesalahan ejaan.
Soal : di kabupaten tegal, jawa tengah terdapat sebuah waduk yang berjulukan waduk cacaban. terletak di kecamatan kedung banteng. waduk ini dibangun oleh ir sukarno pada tahun 1952.
Pembetulan : Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah terdapat sebuah waduk yang berjulukan Waduk Cacaban. Terletak di Kecamatan Kedung Banteng. Waduk ini dibangun oleh Ir. Sukarno pada tahun 1952.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *