Solusi Menghadapi Siswa Zaman Sekarang

By | Juli 11, 2016
 Tulisan ini dibentuk menurut banyaknya kasus yang terjadi final Solusi Menghadapi Siswa Zaman Sekarang
Sadarlah kamu para pelajar
Pengantar Singkat : Sebuah opini yang berawal dari situasi.
Tulisan ini dibentuk menurut banyaknya kasus yang terjadi akhir-akhir ini (th. 2016). Kasus yang melibatkan antara guru dengan para penerima didiknya.
Cukup menjadi pertanyaan yang mengherankan kenapa siswa yang terlahir dijaman yang serba canggih ini tidak menyadari fungsi dari sekolah. Fungsi dari seorang guru yang ada di lingkungan sekolah mereka. Harusnya mereka dengan gampang menanyakan kepada opa Google yang pintarnya luar biasa dan baik hati tidak pernah marah, walupun setiap hari mereka tanyai.
Tahu kah para siswa kalau fungsi dari seorang guru bukan hanya mendidik otak mereka supaya menjadi pandai sepintar-pintarnya. Namun juga membuat etika dan adat mereka menjadi terpuji dan mulia, semoga kelak tidak menjadi sampah maupun kotoran dalam masyarakat.
Guru yang merupakan insan pendidik yang hampir kesemuanya mempunyai harapan melahirkan generasi yang sehat, baik sehat secara mental serta sehat secara rohani. Sudah barang tentu kalau anda menanyakan tujuan mereka mendidik mungkin 90% jawaban mereka menyerupai itu.
Jika kita menyelidiki kepada tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 ihwal Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3.
Tujuan pendidikan nasional yaitu membuatkan potensi penerima didik semoga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab
Tentuhlah sangat mulia sekali tujuan pendidikan kita. Tetapi, Hal ini tidak dibarengi dengan pengetahuan para siswa, ihwal tujuan mereka berangkat sekolah dan tujuan dari pendidikan yang sedang mereka tempuh, bergotong-royong untuk membuat mereka menjadi bagaimana?
Sangat miris memang.
Mungkin hal ini itu yang membuat para siswa seakan lupa bahwa meraka sedang didik tidak hanya membuat mereka pandai secara otak saja tetapi mereka harus pandai dan cerdas secara moral.
Mereka sudah lupa atau bahkan tidak tahu, bahwa sejatinya mereka itu berangkat sekolah untuk menjadikan mereka,  pertama yaitu baik secara Iman dan akhlaknya, gres lalu pandai secara otaknya.
Akhlak baik terbentuk lantaran kebiasaan
Pintar lantaran belajar, bisa lantaran terbiasa. Hal itu memang merupakan suatu tingkatan yang dialami oleh orang yang belajar. Lalu kalau ada penerima didik yang tidak bisa di beri pengertian oleh verbal pendidik apa yang akan guru lakukan?  Padahal, sorang guru atau pendidik bukan hanya berorientasi pada pengetahuan anak saja, tetapi seorang guru juga harus bisa mencetak generasi anak yang berakhlak baik dan cerdas baik otaknya mauoun perbuatannya.

Berikut kami paparkan tindakan-tindakan yang sudah banyak orang tahu. Jika ada seorang siswa yang tidak sanggup ditegur hanya secara verbal saja.  Beserta juga dengan imbas baik dan jelek tindakan tersebut. Kita kesampingkan dulu peinsip eksekusi yang mendidik, lantaran kalau kita masukkan kedalam artikel ini akan menjadi penjang

Umumnya kita akan menjumpai tiga tindakan yang biasa dilakukan pendidik, terhadap anak didiknya yang badung dan tidak bisa diatur. Meliputi Tindakan Fisik, Membuat mereka lelah, dsn menurunkan mental mereka. Jika anda bertanya mengapa pendidik harus beebuat demikian? Jawabannya kembali ke permasalahan awal, yaitu tujuan pendidikan yang bukan hanya membuat anak cerdas secara nalar saja, tetapi menciptkan anak yang cerdas secara tindakan, maka perlu dilakukan pelurusan-pelurusan hal-hal yang dianggap bermasalah, lantaran adat terbentuk dari kebiasaan.

1. Tindakan fisik
Tindakan secara fisik diberlakukan dengan memperhitungkan dampaknya, semata-mata untuk memberi peringatan sesorang. Mungkin saja bisa dibenarkan. Mungkin loh! (Tapi terperinci ini  akan disalahkan). Memberi eksekusi secara fisik yang tentu anda sudah tahu semua misalnya (jika anda generasi usang kurang dari 90an, niscaya tahu kondisi proses pembelajaran zaman itu)

Memberikan tindakan secara fisik bisa menjadi hal yang membekas kepada penerima didik, lantaran tindakan fisik tentuhnya membuat semua anggota badan terstimulasi, dari yang semula “tertidur” menjadi bangkit dan tersadar. Selain itu penerima didik akan mempunyai dongeng untuk diceritakan (kenangan).

Dampak baiknya
Anak akan merasa bahwa orang yang menawarkan tindakan fisik kepada beliau mempunyai “power” yang lebih dari dirinya. Mereka alhasil juga akan berfikir kalau mereka salah melaksanakan sesuatu bisa saja mereka mendapatkan imbas yang secara fisik dan batin membekas. Akan ada sedikit rasa segan yang alhasil sanggup diarahkan kearah yang lebih baik tentu lebih mudah.

Dampak buruknya
Anda sudah tahu itu, pelanggaran terutamanya pada pasal penganiayaan, belum lagi kalau ditambah dengan undang-undang dukungan anak. Tertambah lagi kalau anak didik jadi sakit. Repot urusan anda nantinya. Tindakan dengan memakai fisik akan menciptkan sebuah pelanggarandan kerugian yang sejatinya tidak kita perlukan

2. Membuat lelah.
Membuat mereka lelah yaitu hal sederhana yang mungkin masih banyak yang melakukannya. Prinsip dari membuat lelah yaitu dengan membebankan pekerjaan yang cenderung membosankan dan melelahkan, tanpa ada kontak fisik dari pendidik maupun penerima didik. Misalnya : penerima didik diberikan kiprah menyapu satu kelas sendiri, diberi kiprah membersihkan sampah halaman sekolah, atau disuruh menghafal pelajaran, dll.

Dampak baik
Senggolan-senggolan fisik minim sekali terjadi, bahkan cenderung tidak ada. Anak didik akan mulai berfikir bahwa waktu mereka untuk bersantai terpangkas sehingga ada kecendrungan untuk tidak melaksanakan hal yang sia-sia lagi. Selain itu jawaban adanya kiprah embel-embel mereka akan merasa bahwa mereka lebih berat pekerjaannya dari para teman-temannya.

Dampak buruk
Umumnya mereka akan merasa tertekan secara batin. Banyak orang beropini bahwa tekanan secara batin akan lebih menyakitkan daripada tekanan secara fisik. Dapat mengakibatkan sakit pada penerima didik, kalau cara ini diberikan tanpa memikirkan kondisi anak. Misal anak yang fisiknya lemah anda suruh membersihkan WC sendirian, kemungkinan besar besoknya sakit. Selain itu imbas jelek yang terasa yaitu waktu terbuang sia-sia dan menjadi tidak bermanfaat, padahal waktu peoduktif

3. Menurunkan mental dengan kata-kata
Merupakan tindakan yang paling umum terjadi. Yaitu dengan menawarkan sesuatu kalimat hal yang membuat penerima didik menjadi aib atau mengkin mendebadnya

Dampak baik
Hanya tindakan verbal yang tidak menyakitkan dan hanya bersifat kata-kata saja. Tidak memerlukam waktu usang untuk melakukannya

Dampak buruk
Menurunkan mental dengan memakai cara verbal ketika ini bisa di kategori sebagai pelecehan. Hasil yang diakibatkan yaitu memicu bulling daripada teman-temannya dan tindakan-tindakam besar lain yang diluar dugaan. Jelas ini sangat berdampak buruk, kalau tidak ada kelanjutan yang baik.

Simpulan
Adanya bimbingan dan konseling di sekolah bisa menjadi jembatan bahwa setiap hal yang guru atau pendidik lakukan terhadap anak didiknya terpantau dengan baik oleh orang tua. Sehingga hal-hal diatas jangan hingga terjadi lagi.
Komunikasi antara guru dan orang bau tanah siswa akan menjadi hal yang cukup ampuh dalam mengarahkan anak didik menuju tercapainya tujuan belajar

Selain itu Perlu adanya kajian lagi pada undang-undang kita yang menyatakan dukungan kepada anak. Mengenai batasan-batasan perbuatan yang terperinci bisa dikategorikan kesalahan pada anak. Melindungi anak memang benar dan harus. Tapi, membatasi pergerakan orang Tentunya. Mohon bapak-bapak dan ibu-ibu yang terhormat dan pintar-pintar disana yang pandai mengkaji hal-hal penting. Agar bisa mengkaji ulang tentang, kondisi mengapa siswa zaman kini bisa menjadi menyerupai ini. Sehingga hasil penelitiannya bisa kami gunakan sebagai referensi. Kurang lebihnya mohon maaf…
Sekian, terimakasih….
Jika ada yang mau menawarkan saran bisa di tulis dibawah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *