Solusi Mengatasi Siswa Malas Mengerjakan Pr

By | Juli 23, 2016
Solusi mengatasi siswa malas mengerjakan PR Solusi Mengatasi Siswa Malas Mengerjakan PR
Solusi mengatasi siswa malas mengerjakan PR
Pekerjaan Rumah atau PR hakikatnya merupakan salah satu kiprah yang diberikan seorang pendidik (guru) kepada anak didiknya (siswa), supaya terstimulasi untuk melaksanakan acara berguru di rumah dan menanamkan tanggung jawab kepada anak didik. PR bukan merupakan pekerjaan yang sulit kalau dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, PR juga bermanfaat dalam menaikkan nilai atau menutup nilai dari penerima didik yang masih kurang.


Awal Permasalahan.

Hampir satu bulan saya dibentuk pusing oleh ulah anak didik yang bisa dikatakan bandel, alasannya yakni mereka malas mengerjakan PR. Ketika sudah dilakukan banyak sekali cara untuk mengingatkan mereka ihwal pentingnya mengerjakan PR tidak juga dilakukan oleh mereka kesudahannya sebuah penelitian kecil mengajak saya untuk sedikit mengambil fungsi dari buku penghubung antara guru dan orang tua.
Mengapa harus buku penghubung ?
Buku penghubung merupakan buku yang disajikan secara khusus untuk memperlihatkan komunikasi antara guru dengan orang bau tanah siswa, di beberapa kawasan buku penghubung disebut juga dengan buku komunikasi.
Buku penghubung akan mempermudah komunikasi guru dengan orang bau tanah atau wali murid oleh alasannya yakni itu di beberapa kawasan ada yang menyebutnya buku komunikasi
dengan adanya buku penghubung maka guru tinggal menuliskan keluhan yang mereka hadapi dari penerima didiknya dalam buku tersebut. Setelah itu buku tinggal dimintakan tanda tangan orang bau tanah yang bersangkutan. Mudah kan?
Saya terapkan buku ini di kelas atas (Kelas 5) dan fakta dilapangan buku ini justru banyak sekali dimanfaatkan di kelas bawah. Di kelas saya buku penghubung ini saya namai dengan BUKU CATATAN PR dan diberi sampul dengan kertas koran bekas, untuk membedakan dengan buku lainnya.
Format Buku Penghubung
Secara sederhana buku penghubung memiliki tiga kolom dengan isian, Tanggal, Keterangan, dan Tanda Tangan. Itu isian secara sederhana. Perkara anda punya penemuan lain, terserah anda, yang penting tidak menciptakan repot.
Penggunaan
Perhatikan gambar dibawah supaya lebih gampang memahami
Contoh buku penghubung yang saya gunakan
Guru mengisikan buku penghubung dengan balpoin (pulpen/pena) Tinta berwarna biru. kalau menghendaki warna lain tidak masalah, pada dasarnya supaya membedakan antara warna tinta anak didik (yang rata-rata berwarna hitam). Kenapa tidak merah? Menurut saya warna merah terlalu mecolok dan berkesan mengoreksi kesalahan.
Alur Pakai
Setelah siswa menuliskan PR pada buku pelajaran mereka masing-masing, mereka wajib mengeluarkan buku penghubung (kalau saya namai dengan buku Catatan PR).
Siswa mencatat keterangan pada buku penghubung mereka masing-masing dengan susunan
Mata Pelajaran, Keterangan PR dan satu baris kosong (digunakan guru menuliskan keterangan saaat siswa tidak mengerjakan PR)
Jika siswa mengerjakan PR, maka guru akan memberi tanda tangan atau paraf. Namun, kalau siswa tidak mengerjakan PR. Guru akan menuliskan keterangan misal : “tidak mengerjakan PR” dengan memakai pena bertinta biru dan menugaskan siswa untuk meminta tanda tangan orang tuanya.
Jika sudah tiga kali berturut siswa tidak mengerjakan PR maka goresan pena keterangan guru sanggup di ganti dengan kalimat lain misal : “anak malas mengerjakan PR
Jika hingga enam kali berturut anda bisa menuliskan perintah pemanggilan orang bau tanah di buku penghubung tersebut!
Bukti Nyata
Langkah sederhana yang saya lakukan bisa menekan jumlah belum dewasa badung yang malas mengerjakan PR, dari semula 20% bisa menjadi 5% dalam hitungan ahad pertama penerapan hukum tersebut. Itu Fakta Bukan Pendapat Semata!
Selamat Mencoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *