Sejarah Lagu Indonesia Raya Dan Peraturan Yang Mengatur

By | Mei 21, 2012
 Setelah kemarin aku mempostikan perihal  Sejarah lagu Indonesia Raya dan Peraturan yang Mengatur
Indonesia Raya Lagu Kebangsaan Kita

Setelah kemarin aku mempostikan perihal perlengkapan berkemah, kini aku akan mengajak anda untuk lebih mengenal perihal lagu kebangsaan kita…

Tahukah anda siapa pencipta lagu Indonesia Raya??
Ya… Betul…. Wage Rudolf Soepratman atau yang dekat dipanggil WR. Soepratman .

Siapa bekerjsama WR. Soepratman ?
Wage Rudolf Soepratman adalah seorang guru dan pernah menjadi wartawan Kaoem Moeda dan Pengarang buku. Beliau yakni putra dari Sersan Instruktur Mas Senen Bastroseohardjo yang lahir di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903 dan meninggal pada Rabu 17 Agustus 1938 di Surabaya dalam usia 35 tahun.

Merupakan seorang perjaka biasa yang berkerja sebagai jurnalis di Bandung dan Jakarta dan rajin menyumbangkan artikel di beberapa surat kabar dikala itu, menyerupai Kaoem Moeda, Kaoem Kita, dan Sin Po. Keterlibatan WR Soepratman dalam pergerakan kebangsaan dimulai sekitar tahun 1928 tatkala Ia melihat sebuah pengumuman di majalah Timboel terbitan Solo yang mengajak komponis-komponis Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Tertantang dengan undangan tersebut, WR Soepratman kemudian mengirimkan lagu gubahannya yang berjudul Indonesia Raya.

Kapan awal W.R. Soepratman mulai mencar ilmu musik ?
Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari abang iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pintar bermain biola dan kemudian sanggup mengubah lagu.

Kapan Awal memperdengarkan lagu Indonesia Raya ?

Sebagai seorang wartawan, sudah menjadi kiprah Soepratman untuk meliput banyak sekali kegiatan pergerakan, salah satunya Kongres Pemuda Kedua pada 28 Oktober 1928 atau dikenal juga dengan Hari Lahirnya Sumpah Pemuda di gedung Indonesia Club, Jl. Kramat 106 Jakarta. 
Saat meliput ini terjadi pertemuan antara Soepratman dengan Soegondo Djojopeospito. Pertemuan ini menghasilkan suatu momen yang sangat berharga, ketika Soegondo meminta Soepratman membawakan lagu gubahannya pada kongres tersebut namun untuk menghindari represi dari penjajah, lagu tersebut dibawakan tanpa lirik (instrumental). Maka dimainkanlah lagu Indonesia Raya oleh WR Soepratman untuk pertama kalinya pada Kongres Pemuda Kedua, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jl Kramat Raya 106.

Adakah peraturan yang mengatur perihal Lagu Indonesia Raya?

Ada. Lagu Indonesia Raya dipakai sebagai pembakar semangat dalam setiap pertemuan organisasi, parpol, dll. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu Kebangsaan Indonesia. bahkan sampai sekarang. Lagu Indonesia Raya ditetapkan dalam UUDS tahun 1950 pasal 3 ayat 2.

Lagu Indonesia Raya diatur dengan Peraturan Pemeritah No 44 tahun 1958 perihal Kebangsaan Indonesia Raya, meliputi: ketetapan umum, penggunaan lagu Indonesia Raya, Penggunaan lagu bersamaan lagu kebangsaan asing, tata tertib penggunaan lagu serta aturan hukum.

NB : Download peraturan pemerintah tersebut dari situs hukumonline.com

Lagu Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib dinyanyikan dan untuk diperdengarkan, dikala :

  1. Menghormati presiden dan atau wakil presiden
  2. Menghormati bendera negara pada waktu upacara penaikan atau penurunan
  3. Upacara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah
  4. Pembukaan sidang paripurna MPR, dewan perwakilan rakyat dan DPRD serta DPP
  5. Menghormati kepala negara sahabat dalam kunjungan resmi kenegaraan
  6. Acara atau kegiatan olahraga internasional, dan atau
  7. Kompetisi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni internasional yang diselanggarakan di Indonesia. 

Bagaimanakah Lirik Lagu Indonesia Raya Yang Asli ?

 Setelah kemarin aku mempostikan perihal  Sejarah lagu Indonesia Raya dan Peraturan yang Mengatur
Naskah orisinil Lagu Indonesia Raya Karya W. R. Soepratman 

Berikut Lirik lagu Indonesia Raya yang diambil dari naskah orisinil Lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolph Soepratman , yang juga terdiri dari 3 (tiga) Stanza / bait tahun 1928.

Bait / Stanza I
Indonesia, tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.

Indonesia kebangsaankoe,
Kebangsaan tanah airkoe,
Marilah kita berseroe:
“Indonesia Bersatoe”.

Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg’rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja.

Bait / Stanza II
Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s’lama-lamanja.

Indonesia, tanah poesaka,
Poesaka kita semoea,
Marilah kita mendoa:
“Indonesia Bahagia”.

Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoeanja,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja.

Bait / Stanza III
Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah jang terkoetjintai,
Marilah kita berdjandji:
“Indonesia Bersatoe”

S’lamatlah rajatnja,
S’lamatlah poet’ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg’rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja.


Refrain untuk tiap bait ;
Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg’rikoe jang koetjinta.
Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.

Berikut ini makna yang terkandung didalam 3 (tiga) Stanza lirik orisinil lagu Indonesia Raya 
Stanza 1 (pertama) ;
Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya menggaris bawahi kata “Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu”. Dalam kalimat ini terdapat makna penyemangat dan undangan bagi Indonesia yang dikala itu belum merdeka. Selain itu, dalam stanza pertama juga terdapat kata “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya” yang sebelumnya “Bangunlah Badannya, Bangunlah Jiwanya”. Kedua frasa ini diubah posisinya atas perintah dari Ir Soekarno yang berpendapat, “Tak akan bangun raga seseorang jikalau jiwanya tidak terlebih dahulu bangun. Hanya seorang budak yang badannya bangun namun jiwanya tidak.”

Stanza ke-2 (kedua) ;
Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya, dimana frasa yang ditekankan yakni “Marilah Kita Mendoa, Indonesia Bahagia.” Makna yang mendalam terkandung di dalam lirik di atas, dimana bermakna landasan spiritual dengan selalu mendoakan Indonesia yang bahagia. Maka lanjutan lirik berikutnya yakni “Sadarlah Budinya, Sadarlah Hatinya” yang bermakna masyarakat Indonesia yang senantiasa mempunyai kebijaksanaan dan hati yang baik.

Stanza 3 (tiga) ;
Lagu Kebangsaaan Indonesia Raya, terdapat sumpah dan amanat agraria yang diselipkan di dalam lirik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sumpah setia terucap dalam lirik “Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.” Sedangkan amanat agrarian terdapat dalam lirik yang berbunyi “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.” Makna agraria yang dimaksud dalam lirik ini tidak terbatas dengan tanahnya, namun seluruh yang terkandung dalam Indonesia, mencakup tanah, laut, sampai luar angkasanya. Untuk menekankan makna agrarian tersebut, maka ketika satu tahun umur Indonesia, pemerintah dikala itu sudah melaksanakan Revolusi Agraria.

Peraturan Kemendikbud perihal menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza
Peraturan Kemendikbud perihal siswa sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza, dikala upacara bendera Kemendikbud telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) perihal lagu ‘Indonesia Raya’ 3 stanza. Lagu tersebut wajib dinyanyikan dikala upacara di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

===Daftar Pustaka===

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *