Seimbangkan Dunia Maya Dengan Dunia Nyata

By | Februari 14, 2010
 Semakin canggihnya zaman ini membuat kita dimudahkan untuk mengakses sebuah informasi men Seimbangkan Dunia Maya dengan Dunia Nyata
Antara dunia faktual dan maya

Pengantar : Gambaran Kehidupan Sekarang
Semakin canggihnya zaman ini membuat kita dimudahkan untuk mengakses sebuah informasi memakai teknologi jaringan yang mulai bermetamorfosis menjadi sebuah kesatuan dan membentuk sebuah dunia yang telah meniadakan batasan-batasan. Telah meniadakan nilai-nilai dan telah menghalalkan apa yang ada di dunia faktual itu salah menjadi sebuah kebenaran yang mutlak di dunia tersebut.

Sebutan “Maya” menggambarkan sebuah pengertian bahwa dunia tersebut tidak benar-benar ada, alias hanya sebuah kawasan pada dunia ini yang tidak sanggup kita lihat secara kasat mata tetapi, sanggup kita rasakan keuntungannya secara nyata. Dunia maya sanggup kita gambarkan menjadi sebuah kawasan yang tersendiri di kepingan dunia ini.

Dunia maya ialah dunia yang terhubung oleh perangkat. Dunia faktual ialah kawasan saling bertemunya insan secara langsung

Pembaca tidak akan menemukan arah mata angin di dunia maya, tidak akan pernah Anda temukan petunjuk arah. Karena semuanya terhubung melalui link-link yang menjadi kesatuan (hyperlink), dan anda akan menemukan konten-konten yang sangat banyak yang bahkan anda pun sanggup menemukan hal-hal yang tidak pernah anda ketahui sebelumnya.

Sebutan dunia faktual pada artikel ini ialah kawasan insan beraktivitas secara pribadi tanpa adanya penghubung teknologi. Adanya kontak fisik dan tatap mata secara pribadi terhadap acara maupun lawan bicara.

Keberadaan kedua dunia tersebut menghasilkan sebuah perpaduan antara dunia faktual dengan dunia maya. Dapat menjadi sebuah kesatuan yang membuat perpaduan sendiri-sendiri yang membentuk sebuah simbiosis mutualisme. Tidak semua simbiosis menghasilkan sebuah hasil yang sama positif dan negatifnya. Perbandingan dampak negatif dan Positif dari dunia maya tidaklah setipis pada dunia nyata. Dunia maya mempunyai perbandingan dampak negatif dan positif yang “ekstrem”, sebab pada dunia maya kita akan di buang pada sebuah ruang yang penuh dengan jalan-jalan dan lorong-lorong yang tidak kita kenali sebelumnya.

Permasalahan
Orang yang sudah kecanduan dan sudah haus akan informasi dari dunia maya akan berjuang tetap bisa mempertahankan posisinya di dunia maya. Hal itulah yang mendorong seseorang untuk terus menatap layar monitornya, hingga lupa dengan waktu di dunia nyata.

Permasalahan di atas yang akan kami angkat menjadi sebuah artikel menarik untuk di baca.  Setelah kemarin penulis menuliskan solusi bagi yang kecanduan jejaring sosial.

Seimbangkan dunia maya dengan dunia nyata
Pernahkah pembaca mengalami hal yang sangat menjadi ironi bagi kita. Menghabiskan waktu banyak hanya untuk melihat sesuatu hal yang belum niscaya ada pada monitor kita? hingga kita lupa waktu? jikalau pernah itu merupakan sebuah kerugian pada diri kita. Jika kita bekerja dengan hal yang berbau “online” ita tentu akan menghibur kita. Sebab kita akan disuguhkan dengan banyak sekali konten-konten yang menarik.

Maraknya situs jejaring sosial membuat kita mencuri-curi waktu yang seharusnya kita gunakan sebagai sarana untuk mengerjakan sesuatu, kita gunakan untuk melihat kesibukan teman-teman maya kita yang ada pada situs jejaring sosial. Jika pembaca merupakan seorang yang memang mendapat ‘profit’ dari dunia maya. Maka manfaatkanlah waktu kita sebaik-baiknya untuk mendapat hasil yang baik. Namun, jikalau hanya sekadar untuk menghiasi waktu ruang saja. Jangan jadikan dunia maya sebagai sarana untuk mengisi waktu luang. Karena, ketika anda masuk ke dunia maya akan sangat sulit sekali untuk sanggup keluar dari dunia tersebut (contohnya : penulis sendiri).

Seorang jago pernah menyampaikan bahwa “Dunia maya ini hanya sebagai kawasan ‘kedua’ jangan jadikan sebagai kawasan yang ‘pertama’ untuk beraktivitas”. Melihat kalimat tersebut ada sebuah makna yang sanggup kita ambil menjadi sebuah kebenaran.

  1. Tubuh seseorang memerlukan sebuah sari makanan yang membuat badan tetap sehat dalam beraktivitas.
  2. Tubuh insan membutuhkan bergerak, sebab insan merupakan makhluk hidup yang dinamis.
  3. Manusia butuh interaksi secara real dengan orang-orang yang ada didekatnya untuk menjalin sebuah kelompok masyarakat.
  4. Manusia perlu mencar ilmu menghormati orang lain dengan saling berinteraksi biar tercipta budaya yang baik

Menyeimbangkan acara antara dunia maya dan dunia faktual akan sangat membantu kehidupan manusia. Misalkan : ketika seorang membutuhkan hiburan atau berkomunikasi dengan sahabat yang jauh sanggup mengakses dunia maya. Saat mengalami kebosanan di dunia faktual dengan mengakses dunia maya sanggup menjadi penghapus kebosanan.

Jika seseorang tidak bisa menyeimbangkan maka bisa menyebabkan banyak sekali macam permasalahan baru. Misalkan :

  1. Interaksi sosial yang buruk
  2. Menghasilkan insan yang mempunyai fisik yang lemah sebab kurang aktivitas
  3. Menimbulkan sifat konsumtif yang tinggi akhir dari biaya menghubungkan perangkat ke dunia maya
  4. Rusaknya moral sebab di dunia maya tidak mempunyai tatanan sopan santun yang jelas, akhir orang yang tidak saling bertatap muka
  5. Membuat pribadi yang bergairah ketika didunia maya tapi, lemah ketika berhadapan didunia nyata

Permasalahan-permasalahan menyerupai ini sanggup timbul akhir tidak bisa menyeimbangkan antara dunia maya dan dunia nyata

Kesimpulan
Manusia mempunyai sebuah dunia (nyata) yang lebih penting dari pada dunia maya yang hanya menyuguhkan konten-konten yang tidak mempunyai wujud secara real. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa dunia maya membawa sebuah efek yang sanggup dibilang sangat besar di dunia nyata. Maka dari itu kita sebagai insan pengguna kedua dunia tersebut hendaknya sanggup dan mau menyeimbangkan waktunya kita di dunia faktual dan waktunya kita didunia maya. Hanya kita sendirilah yang sanggup melakukannya bukan orang lain. Karena motivasi itu tiba dari hati kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *