Rahasia Dibalik Pecinta Teh Panas

By | Februari 14, 2020

Para pecinta teh kebanyakan meminum teh panas atau teh hangat, bukan teh ketika sudah dingin. Namun ternyata para hebat kesehatan menyarankan kita tak meminum teh dalam kondisi panas. Sebaiknya tunggu teh lebih hirau taacuh gres meminumnya.

“Teh jangan diminum panas-panas, dinantikan dulu hingga kira-kira 80 derajat Celcius supaya antioksidannya tidak keluar,” ujar Spesialis patologi anatomi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Evalina Suzana di Jakarta, Jumat.

Selain itu, konsumsi teh dikala masih panas juga sanggup berisiko memunculkan beberapa jenis kanker esofagus–saluran yang memanjang dari tenggorokan ke perut, lebih mungkin terjadi, menyerupai yang pernah disebutkan dalam sebuah studi dalam jurnal BMJ.

Dalam studi itu, peneliti dari Tehran University of Medical Sciences, Farhad Islami, menemukan bahwa kanker esofagus terjadi delapan kali lebih umum pada mereka yang minum teh “sangat panas”, dibandingkan peminum teh yang hangat atau suam-suam kuku.

Temuan ini menurut data yang didapatkan dari 300 orang penderita kanker esofagus dan 571 orang sehat. Hal ini menyerupai dilansir laman WebMD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *