Pramuka Tak Sekadar Tepuk Tangan, Tapi Dapat Cegah Hiv/Aids

By | Mei 2, 2012
Selain menjadi salah satu pendidikan abjad bangsa, pramuka juga sanggup menjadi kegiatan yang bermanfaat lainnya. yaitu sanggup mencegah HIV/AIDS.

Seperti yang dikutip dari sumber web surat kabar. inilah isu selengkapnya!

Jakarta, Selama ini pramuka dikenal sebagai kegiatan yang diisi dengan tepuk tangan dan nyanyi-nyanyi. Tapi bekerjsama bukan sekadar itu saja, sebab pramuka juga sanggup menjadi cara untuk mencegah HIV/AIDS.

Diketahui sebagian besar orang dengan abses HIV/AIDS yakni generasi muda yang berusia 20-29 tahun. Secara otomatis generasi muda ini akan mempunyai produktivitas yang kurang, padahal mereka yakni impian bangsa.
Salah satu pencegahan yang sanggup dilakukan yakni dengan mengisi masa atau waktu senggang generasi muda ini melalui kegiatan dan acara yang baik, salah satunya yakni ikut pramuka.
“Di balik tepuk tangan, bernyanyi dan main-main, ada nilai-nilai yang ditanamkan dalam kegiatan pramuka,” ujar Prof Dr dr H Azrul Azwar, MPH, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dalam program Getting To Zero 2015: Melindungi Keluarga dan Perempuan Indonesia dari Infeksi HIV/AIDS, Sanggupkah? di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Prof Azrul menuturkan selain pencegahan melalui cara textbook, ada hal lain yang sanggup dilakukan yaitu dengan mengisi waktu senggang anak muda melalui kegiatan kasatmata sanggup dengan cara gerakan pramuka.
“Kita harus membentuk abjad sehingga dalam dirinya terpatri tidak akan melaksanakan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri,” ujar Prof Azwar yang juga Guru Besar dari FKUI, Jakarta.
Hal ini sebab tujuan pendidikan dari pramuka ini yakni membentuk abjad sehingga mempunyai tabiat dan moral mulia, menanamkan rasa cinta dan semangat kebangsaan serta membekali kaum muda dengan aneka macam keterampilan hidup.
“Kalau pramuka yang dilakukan manis dan berhasil maka jadinya akan terbentuk abjad kaum muda dengan nilai-nilai menyerupai yang diharapkan. Tidak hanya melindungi generasi muda tapi akan terbawa terus seumur hidupnya,” ungkapnya.
Ketika mengikuti gerakan pramuka seseorang akan mencar ilmu dengan interaktif di alam terbuka, permainan yang menantang dengan nilai-nilai tertentu, ada unsur kompetitif serta di bawah bimbingan orang dewasa.
“Jika masa senggang anak muda ini terisi penuh, sibuk dengan kegiatan, jadi enggak ada waktu buat goda-godain anak, minum-minum. Gerakan ini sanggup menjadi sesuatu yang menjanjikan,” ujar Prof Azwar.
Prof Azwar menuturkan hasil dari gerakan ini bersifat jangka panjang. Meski begitu yang menentang hal ini juga banyak, dibilang pramuka ‘jadul’ (zaman dulu) dan ketinggalan zaman, hal itu sebab orang-orang tersebut tidak mengerti ihwal pramuka.
sumber : http://health.detik.com/read/2012/01/25/154255/1824704/763/pramuka-tak-sekadar-tepuk-tangan-tapi-bisa-cegah-hiv-aids?lbkonsul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *