Perkembangan Sejarah Dan Makna Lambang Garuda

By | November 6, 2017
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Perkembangan dan Sejarah Makna Lambang Garuda


Burung Garuda Menjadi Simbol Negara Indonesia : Pengantar Singkat

Setelah melalui proses yang panjang dalam perumusan Pancasila, dan telah terbentuk sebuah Ideologi Pancasila yang berakar dari budaya bangsa. Maka langkah selanjutnya yaitu menyusun sebuah simbol bangsa (lambang negara).
Artikel ini akan membahas wacana proses terjadinya burung garuda menjadi lambang negara yang telah disepakati oleh para pendiri bangsa. Ruang lingkup pembahasan dalam artikel kali ini meliputi pemilihan, perancangan, makna pada lambang-lambangnya, dan peraturan-peraturan yang mengatur wacana penggunaannya.
Mengapa Burung Garuda di pilih menjadi lambang negara?
Garuda (Sanskerta : Garuḍa dan Bahasa Pāli Garula) yaitu salah satu yang kuasa dalam
agama Hindu dan Buddha . Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas , berwajah putih, bersayap merah . Paruh dan sayapnya menyerupai elang, tetapi tubuhnya menyerupai manusia. Ukurannya besar sehingga sanggup menghalangi matahari.
Kisah Garuda terdapat dalam kitab Mahabharata dan Purana yang berasal dari India. Garuda dipakai sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia yaitu bangsa yang besar dan negara yang kuat.
Siapakah perancang lambang garuda dalam simbol bangsa Indonesia?
Lambang garuda dalam simbol negara Indonesia dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak.
Siapa Sultan Hamid II?
Sultan Hamid II (Nama Lengkap : Syarif Hamid Alkadrie) yaitu salah seorang sultan dari kesultanan Pontianak, Lahir : Pontianak,12 Juli 1913, Wafat : Jakarta, 30 Maret 1978. Pada usia 64. Ayahnya berjulukan Sultan Syarif Muhammad.
Pada tanggal 17 Desember 1949 , Sultan Hamid II diangkat oleh Soekarno ke Kabinet RIS menjadi Menteri Negara Zonder Portofolio (tanpa bidang kiprah khusus). Kabinet ini dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammad Hatta dan termasuk 11 anggota berhaluan Republik dan lima anggota berhaluan Federal. Saat menjabat menjabat sebagai Menteri Negara Zonder Portofolio Sultan Hamid II ditugasi oleh Sukarno untuk menciptakan rancangan lambang dasar negara. 
Perkembangan Lambang Negara Indonesia (Lambang Pancasila)
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Perkembangan Pancasila (Kiri Ke kanan) : (1) Rancangan Awal (2) Pancasila Sebelum Dilukis
(3) Pancasila dalam Lambang RIS (4) Gambar Pancasila Sekarang
Jelaskan makna warna dan bentuk dalam Lambang Garuda!
  • Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Garuda mempunyai paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan.
  • Garuda menghadap ke kanan melambangkan kebaikan dan kebenaran

Tuliskan klarifikasi pada bulu-bulu pada simbol garuda?

Pada lambang garuda, jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.
  • bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17 helai
  • bulu pada ekor 8 helai
  • bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor berjumlah 19 helai
  • bulu di leher berjumlah 45 helai
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Perisai Garuda
Bagaimanakah bentuk dan makna perisai burung garuda?
Perisai yaitu tameng yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan dukungan diri untuk mencapai tujuan. Perisai pada burung garuda berbentuk menyerupai segi lima dengan sisi yang runcing menghadap ke bawah dan kedua sisi yang membentuk sisi runcing berbentuk menyerupai kubah.
Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melambangkan garis
Khatulistiwa, menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yaitu negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat. Warna dasar pada ruang perisai yaitu warna bendera kebangsaan Indonesia “merah-putih” . Sedangkan pada penggalan tengahnya berwarna dasar hitam. Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila .
Sebutkan dan jelaskan lambang dan makna dari tiap-tiap sila Pancasila !
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Lambang Sila Pertama Pancasila
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di penggalan tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima berlatar hitam
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Lambang Sila Kedua Pancasila
2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di penggalan kiri bawah perisai berlatar merah
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Lambang Sila Ketiga
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di penggalan kiri atas perisai berlatar putih
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Lambang Sila Keempat
4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di penggalan kanan atas perisai berlatar merah
mengapa indonesia menentukan burung garuda sebagai lambang negara Perkembangan Sejarah dan Makna Lambang Garuda
Lambang Sila Kelima
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di penggalan kanan bawah perisai berlatar putih.
Apakah Makna Pita Putih Pada Kedua Cakar Garuda?
Pita putih bertuliskan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” dengan tinta warna hitam, pada kedua cakar garuda yang mencengkeram  melambangkan bangsa Indonesia Memegang dekat semboyan bangsanya, yaitu Bhinneka Tunggal Ika.
Dari mana asal kalimat dan makna kalimat Bhinneka Tunggal Ika ?
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Kata “Bhinneka” berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata “tunggal” berarti satu, kata “ika” berarti itu.
Makara berdasar kata penyusunnya kalimat Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan menjadi “Beraneka Satu Itu”, artinya  “meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap satu kesatuan,”
Semboyan ini dipakai untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Tuliskan kutipan orisinil Bhinneka Tunggal Ika!
Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap menyerupai di bawah ini:

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah sanggup dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa yaitu tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Terjemahan ini didasarkan, dengan penyesuaian kecil, pada edisi teks kritis oleh Dr Soewito Santoso.


Apakah Peraturan Yang Mengatur Tentang Penggunaan Lambang Garuda ?
Penggunaan garuda sebagai lambang negara diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958, yang ditanda tangani oleh Presiden Sukarno pada 26 Juli 1958 dan Perdana Mentri dikala itu Djuanda Kartawidjaja
Peraturan Pemerintah No. 43/1958 sanggup anda lihat di situs bphn.go.id

Garuda Sebagai Lambang Negara Indonesia : Kesimpulan
Pancasila merupakan dasar negara kita yang tersusun menurut nilai-nilai luhur bangsa. Sehingga perlu di tampilkan menjadi sebuah Lambang Negara yang baik dan mempunyai arti mendalam. Hal ini Visualisasikan secara apik melalui Lambang Negara Indonesia yaitu Burung Garuda. Burung Garuda merupakan salah satu burung mitologi dari agama Hindu. Perisai pada garuda yang mencerminkan setiap sila-sila Pancasila menciptakan burung garuda lambang negara kita sering di sebut dengan Garuda Pancasila.
===Daftar Pustaka===

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *