Pengertian Dan Klarifikasi Administrasi Konflik

By | Desember 29, 2017
 tahapan dan klarifikasi administrasi konflik Pengertian dan Penjelasan Manajemen Konflik
Pengertian, tahapan dan klarifikasi administrasi konflik


Apa yang dimaksud dengan administrasi konflik?

Ditinjau dari katanya asal kata administrasi konflik memiliki dua buah kata yaitu kata administrasi dan konflik

Kata administrasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti

ma·na·je·men /manajemén/ n Man 1 penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; 2 pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi;

Sedangkan, kata konflik berdasarkan KBBI memiliki makna

kon·flik n 1 percekcokan; perselisihan; pertentangan; 2 Sas ketegangan atau kontradiksi di dl dongeng rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, kontradiksi dl diri satu tokoh, kontradiksi antara dua tokoh, dsb);

Jadi, berdasarkan asal katanya administrasi konflik berarti cara seseorang dalam memakai sumber daya secara efektif untuk meredam dan mengatur perselisihan yang sedang terjadi dengan kemampuannya, semoga mencapai sasaran.

Orang yang bisa memanajemen konflik ia bisa mengendalikan rasa murka dan bisa mendinginkan pikiran. Sehingga segala tindakan yang diambil bukan merupakan tindakan berdasar emosi sesaat yang bisa menjadikan kerugian atau menjadikan penyesalan dikemudian hari.

Ruang Lingkup Konflik yang Kita Bahas
Konflik yang kami bahas disini merupakan konflik antara individu dengan individu. Kaprikornus bukan menyangkut antara individu dengan kelompok. Kami hanya akan mengulas konflik yang kaitannya dengan perkembangan anak dan permasalahan yang dihadapi seorang anak dalam usia perkembangannya menuju tingkat kedewasaan. Artikel ini juga mengesampingkan konflik antara individu dengan kelompok atau organisasi.

Bagaimana tahapan dalam melatih administrasi konflik?
1. Mendengar perkataan lawan bicara dengan seksama
Mendengarkan perkataan lawan bicara dengan seksama akan memudahkan kita menangkap maksud dan tujuan dari pembicaraan orang tersebut. Mendengarkan dengan baik-baik juga bisa meminimalisir terjadinya miss komunikasi (kesalahan penagkapan maksud). Selain itu dengan mendengarkan secara seksama juga kita sudah menghargai lawan bicara kita ketika memberikan suatu informasi
2. Menentukan pilihan penyelesaian tanpa adanya perkelahian
Jika ada permasalahan yang perlu diselesaikan maka selesaikanlah dengan cara yang paling “elegan” jangan memakai cara yang kekanak-kanakan dan tidak memperlihatkan perilaku kedewasaan. Perlu di ingat bahwa kita memahami ada sebuah konflik ketika kita sudah menginjak usia cukup umur (remaja kini juga penuh konflik). Saat kita belum dewasa kita cenderung tidak menerima konflik alasannya ialah adanya kecenderungan orang lain menyerah kepada kita.
Menyelesaikan dilema tanpa perkelahian ialah bentuk perilaku kedewasaan seseorang dan puncak dari kemampuan administrasi konflik seseorang. Hampir setiap hari kita lihat informasi kriminal kejadian bunuh membunuh (pembunuhan) diakibatkan adanya ketidakmampuan seseorang dalam melaksanakan administrasi konflik. Alasan yang paling gampang ialah kehabisan kesabaran. Sebaiknya ketika kehabisan kesabaran selesaikan dengan cara yang terbaik.
3. Jika tidak bisa menuntaskan sendiri carilah bantuan
Manusia bukan makhluk individu yang bisa menuntaskan segala sesuatu yang menimpanya sendirian. Sering kita mengalami beberapa hal yang tidak bisa kita sendiri menyelesaikannya. Kita akan membutuhkan orang lain untuk bisa memberi solusi atau menguatkan langkah yang akan kita ambil. Jadi, jikalau anda tidak bisa menuntaskan sebuah dilema sendiri, maka cara yang terbijak ialah dengan mencari mitra atau pun orang yang bisa menjadi sobat berbicara.
Teman berbicara yang baik ialah ia yang bisa memperlihatkan sebuah solusi dari permasalahan kita. Bukan sobat yang hanya akan menambah permasalahan kita (tidak bisa memberi solusi justru menciptakan dilema baru). Serta kita sebaiknya jangan mengungkapkan semua hal yang tidak perlu diceritakan kepada orang lain. Sebab suatu ketika orang lain bisa saja berbalik memakai “rahasia kita” untuk menyakiti kita. 

Memilih sobat yang baik itu perlu

Siapa yang membutuhkan administrasi konflik?
Seorang individu membutuhkan administrasi sebuah konflik semoga ia bisa menuntaskan permasalahan-permasalahan yang ada secara baik dan bisa menemukan sebuah solusi yang paling tepat.

Apakah dampak kasatmata dari sebuah konflik?

  1. Menjadikan seorang individu untuk bersikap hati-hati terhadap sebuah permasalahan
  2. Memotivasi individu untuk terus menjadi orang yang terbaik
  3. Mengurangi tekanan-tekanan yang menjadi permasalahan akan timbul setelahnya
  4. Meningkatkan korelasi kerjasama antar seseorang individu semoga tidak terjadi konflik
Apakah dampak negatif dari suatu konflik?
  1. Hubungan antar individu bisa merenggang
  2. Menciptakan sebuah kondisi yang kurang serasi (tidak nyaman) dalam satu kelompok
  3. Konflik sanggup menjadikan perbedaan pandangan antar individu (pendukung dengan penentang)
  4. Konflik bisa merubah nasib seseorang (konflik merupakan awal kehancuran)

Demikianlah artikel perihal administrasi konflik, semoga bermanfaat, dan jikalau ada pertanyaan silahkan jangan sungkan tanya kan lewat kolom komentar dibawah
Sekian 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *