Pengertian Dan Cara Pengoperasian Traktor Tangan Bajak Sawah

By | Juni 6, 2020

Pengertian dan Cara Pengoperasian Traktor Tangan Bajak Sawah – Definisi/Pengertian Traktor yaitu kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan memakai kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, “unit traktor”, yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer.

Pengertian dan Cara Pengoperasian Traktor Tangan Bajak Sawah  Pengertian dan Cara Pengoperasian Traktor Tangan Bajak Sawah

Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti “menarik”. Ada juga yang menyampaikan traktor merupakan adonan dari kata traction motor, yaitu motor yang menarik. Awalnya digunakan untuk mempersingkat klarifikasi “suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong atau bajak, untuk menggantikan istilah “mesin penarik” (traction engine).

Di Inggris, Irlandia, Australia, India, Spanyol, Argentina, dan Jerman, dan juga di Indonesia kata “traktor” umumnya berarti “traktor pertanian”, dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan lain sangat jarang.

Cara Pengoperasian Traktor

A. Tahap Persiapan sebelum Menjalankan Traktor

Sebelum menjalankan traktor, periksalah hal-hal sebagai berikut:

1. Minyak Pelumas Traktor
Pastikan Gear Box telah terisi Minyak Pelumas SAE 90-140 sebanyak 3,5 liter, serta pastikan juga kondisi minyak pelumas masih dalam keadaan baik.

2. Diesel Penggerak ( Bahan Bakar, Oli Diesel, Air Radiator)
Pastikan Tangki Bahan Bakar telah terisi Minyak Solar dalam jumlah yang cukup (untuk Diesel Kubota RD 65 T, kapasitas maksimum tangki materi bakar 7,5 liter). Pastikan juga Oli Diesel dan Air Radiator masih terisi sesuai ketentuan (untuk Diesel Kubota RD 65 T memakai Minyak Pelumas SAE-30 sebanyak 2 liter).

3. Posisi V-Belt
Pastikan V-Belt dalam posisi lurus, tidak dalam posisi miring. Posisi V-Belt yang miring sanggup mengurangi efisiensi penerusan tenaga/ putaran dari Diesel Penggerak ke Pulley Utama. Akibat selanjutnya yaitu penggunaan V-Belt dan Pulley menjadi boros (cepat rusak).

4. Penarik Kopling ( Clutch Rod)
Pastikan Penarik Kopling sanggup bekerja dengan baik: posisi Steering Gear betulbetul masuk ketika Clutch Handle dilepas / tidak ditarik, dan Steering Gear pada posisi lepas dikala Clutch Handle ditarik. Jika Penarik Kopling belum berfungsi dengan baik, lakukan penyetelan dengan mengatur Clutch Rod Adjustment (pengatur yang ada di depan Clutch Handle).

5. Posisi Pemasangan Roda (Kiri dan Kanan)
Pastikan Roda terpasang dengan benar, tidak terbalik kanan-kiri-nya. Periksa juga kekencangan Baut yang mengikat Cage Wheel Flange (Roda) dengan Wheel Holder (Gear box).

6. Keamanan Tangan Saat Memutar Engkol Starter
Pastikan tersedianya ruangan yang cukup kondusif untuk tangan dikala memutar Engkol Starter, dengan cara mengatur jarak Diesel terhadap roda.

B. Cara Pengoperasian Traktor Tangan Bajak Sawah
Untuk mengoperasikan traktor dengan baik, benar, dan lancar, silakan simak cara pengoperasian traktor di bawah ini :

1. Pengoperasian Traktor secara Umum

a. Cara Menghidupkan Traktor
Untuk menghidupkan traktor, pastikan V-Belt dalam posisi kendor/ tidak bekerja (tidak meneruskan tenaga/ putaran), lalu hidupkan diesel dengan memutar Engkol Starter yang tersedia.

b. Cara Menjalankan Traktor
Setelah Diesel dihidupkan dan gas sudah diatur sedemikian rupa, traktor sanggup dijalankan dengan mengubah posisi Tension Handle ke posisi jalan (ditarik ke belakang). Jika diperlukan, pengatur gas sanggup diatur kembali untuk memperoleh putaran yang sesuai.

c. Cara Belok

Traktor sanggup dibelokkan dengan cara menarik Clutch Handle. Tariklah Clutch Handle Kiri kalau ingin berbelok ke kiri, dan sebaliknya, tariklah Clutch Handle Kanan kalau ingin berbelok ke kanan. Traktor berbelok dengan cara menghentikan putaran salah satu roda.

 Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membelokkan traktor :

  • Saat traktor berbelok, salah satu roda traktor berfungsi sebagai sentra belokan dan roda yang lain tetap berjalan sehingga traktor seakan-akan berputar dengan roda yang membisu sebagai sentra putaran.
  • Saat traktor berbelok, pastikan posisi operator berada diluar radius stang, alasannya yaitu stang akan berayun ke samping mengikuti putaran pembelokan traktor. Ayunan ke samping ini akan membahayakan operator kalau operator

d. Cara menghentikan traktor
Untuk menghentikan traktor, lepaskan Tension Handle hingga pada posisi paling depan(posisi stop / berhenti). Traktor juga akan berhenti sementara dikala Clutch Handle Kanan dan Kiri ditarik bersama-sama. Prosedur yang terakhir ini yaitu mekanisme untuk situasi khusus (dapat dilakukan namun tidak disarankan). Harap diingat juga bahwa dikala melepaskan tarikan Clutch Handle harus bersama-sama. Jika pelepasan tarikan tidak bantu-membantu maka traktor akan berbelok tidak terkendali.

2. Pengoperasian di Sawah (untuk mengolah lahan)
Untuk melaksanakan pengolahan lahan, digunakan alat-alat (implement) sebagai berikut :

a. Luku (Single Plow)
Luku digunakan untuk membongkar dan membalik tanah pada proses penyiapan lahan. Luku dipasang dengan menghubungkan Plow Head dengan Hitch memakai Hitch Pin. Pasanglah luku pada lubang Hitch tepi kanan, namun kalau dikehendaki, sanggup dipasang pada lubang tengah atau tepi kiri. Kedudukan Luku dan Frame harus diusahakan dalam posisi horisontal supaya pelumasan / pendinginan diesel tidak terganggu dan operasional traktor menjadi stabil. Aturlah ulir pengatur yang tersedia untuk memperoleh kedalaman pembajakan yang dikehendaki.

b. Gelebeg (Puddler)
Gelebeg digunakan untuk memecah bongkahan tanah. Pada tanah yang berlumpur/lembek, proses pengolahan tanah sanggup eksklusif dengan gelebeg tanpa harus diluku terlebih dahulu. Pasanglah gelebeg pada lubang pen tengah, lubang yang lain sebagai cadangan.

c. Garu (Leveler)
Garu digunakan untuk meratakan permukaan tanah sebagai proses terakhir (finishing) pengerjaan tanah. Pasang garu pada lubang pen tengah dan aturlah kemiringan garu memakai baut penyetel yang tersedia untuk memperoleh kemiringan yang sesuai dengan kondisi tanah yang sedang diolah.
berada dalam radius stang.

Demikian tentang Pengertian dan Cara Pengoperasian Traktor. Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *