Metode Kepramukaan

By | Juni 23, 2011
 Ketika penulis mendapat mata kuliah perihal gerakan pramuka Metode Kepramukaan

Salam Pramuka…

Ketika penulis mendapat mata kuliah perihal gerakan pramuka, pada pertemuan awal penulis di suguhkan dengan sebuah pertanyaan dari pelatih pramuka “sudah sesuaikah pendidikan pramuka di sekolahmu dengan pendidikan pramuka yang sebenarnya?”. Sontak penulis berfikir bahwa apakah ada yang salah dengan kepramukaan yang dulu pernah penulis dapatkan dikala masih sekolah?.
Mari kita berbicara fakta. Silahkan tanyakan pada belum dewasa sekolah, tetantang gambaran pramuka dimata mereka. Hampir sebagian besar menjawab pramuka itu militer!!.
Penuh dengan eksekusi fisik bikin lelah, dan parahnya bisa bikin sakit.

Ya.. itulah yang sering penulis dapati dikala penulis bertanya kepada seseorang perihal pandangan mereka tetang pramuka, tanggapan mereka pun bisa dikatakan sama dengan pendapat penulis dahulu perihal pramuka (bukan bermaksud menjelekkan. Namun, itu fakta yang didapat dilapangan).

Mari kita kembali lagi ke inti dari artikel ini. Kembali lagi pada pertanyaan bahwa pendidikan pramuka yang benar itu bagaimana?. Untuk menjawab pertanyaan tersebut coba kita ambil dari pernyataan bapak pandu dunia, Boden Powel “scout is not play, but scout is games” yang kurang lebih artinya “pramuka bukan merupakan mainan, tetapi, pramuka merupakan permainan”. Dari kata tersebut sanggup kita tarik sebuah gagasan bahwa pramuka buka merupkan sesuatu yang dilakukan tanpa adanya persiapan (hanya bermain), tetapi, pramuka merupakan sesuatu aktivitas yang mempunyai sebuah sistem yang terancang. Artinya, didalam pramuka kita mempunyai suatu sistem yang dalam sistem tersebut terdapat aneka macam macam komponen-komponen untuk menunjang sistem tersebut.

Baca Juga : Pramuka tidak sekadar tepuk tangan tapi cegah HIV

Tidak perlu kita mengupas banyak hal perihal pramuka, yang akan kita kupas yakni bagaimana pengajaran pramuka yang baik. Artinya kita akan menitik beratkan pada tekhnik pengajaran kepramukaan. Didalam pramuka terdapat metode kepramukaan, yang dipakai sebagai contoh untuk malaksanakan aktivitas kepramukaan. Tujuan pramuka sanggup dilihat di UU Gerakan Pramuka No. 12 Tahun 2010. Pada BAB II perihal Azaz, Fungsi dan Tujuan (lebih khusunya pasal 4)
Didalam pengajaran kepramukaan kita mengenal hal yang disebut dengan Metode kepramukaan, metode keramukaan ialah suatu cara atau teknik untuk mempermudah tercapainya tujuan aktivitas pembelajaran pramuka. Berikut ini yakni metode kepramukaan yang terdapat pada UU Gerakan Pramuka No. 12 Tahun 2010. Yang tertera pada pasal 7 ayat 3 :
a. pengamalan arahan kehormatan pramuka;
b. aktivitas mencar ilmu sambil melakukan;
c. aktivitas yang berkelompok, bekerja sama, danberkompetisi;
d. aktivitas yang menantang;
e. aktivitas di alam terbuka;
f. kehadiran orang sampaumur yang memberikandorongan dan dukungan;
g. penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
h. satuan terpisah antara putra dan putri.
Melihat metode kepramukaan ternyata kita bisa memperlihatkan garis bawah yang besar pada poin c (kegiatan yang berkelompok, bekerja sama dan berkompetisi) dan d (kegiatan yang menantang). Dari hal tersebut sanggup kita eksklusif tarik sebuah argument yang sangat berpengaruh bahwa aktivitas KEPRAMUKAAN BUKAN MERUPAKAN KEGIATAN YANG PENUH DENGAN KEKERASAN DALAM PENGAJARANNYA!!. Namun, sebuah aktivitas yang berpatokan pada mencar ilmu sambil melaksanakan (learn to do), dan juga harus menarik dan menantang.
Kalau kita lihat lagi didalam metode kepramukaan kita bisa dengan terperinci milihat, bahwa kekerasan yang dipakai untuk mencapai tujuan dari aktivitas kepramukaan TIDAK DIPERBOLEHKAN. Metode Kepramukaan merupakan suatu sistem yang mempunyai unsur yang saling mengikat, sehingga merupakan kumpulan dari sub-sistem yang terpadu dan terikat dengan setiap unsur mengandung pendidikan spesifik dan saling memperkuat. Dan yang paling perlu kita ingat Metode kepramukaan merupakan ciri khas pendidikan dalam gerakan pramuka.
Dapat kita ambil contoh : dikala kita mengajarkan pramuka didalam ruangan maka kita tidak akan mendapat sebuah aktivitas yang menarik dan menantang secara maksimal, lantaran siswa akan mengalami kejenuhan, lantaran pada pengajaran di sekolah sehari-harinya sudah berada di dalam ruangan.Oleh kesannya pada latihan kepramukaan hendaknya kita melaksanakan aktivitas di dalam terbuka, hal itu terperinci akan memaksimalkan aktivitas yang menarik dan menantang.
Contoh yang kedua sanggup kita lihat kalau dalam aktivitas kepramukaan tidak ada orang renta yang memperlihatkan dorongan dan dukungan, aktivitas pramuka tidak akan berjalan dengan lancar, hal itulah yang kemudian mengakibatkan adanya yang namanya : pembina, pelatih, pamong, instruktur. Sesuai dengan spesifikasinya masing-masing.
Dari kedua contoh tadi sanggup kita tarik suatu kesimpulan bahwa metode kepramukaan memang benar-benar sebuah sistem yang saling berkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lainnya. Penulis tidak akan mengupas satu-persatu klarifikasi dari metode kepramukaan, lantaran penulis rasa cukup terperinci untuk dipahami sendiri oleh pembaca yang budiman.
Penulis tambahkan sedikit perihal pengajaran pramuka yang baik dari tingkatan-tingkatan pramuka :

Dalam mengajar pramuka siaga kita dituntut untuk bisa mempunyai skil dalam bernyanyi, lantaran dalam siaga yang diajarkan perihal bagimana seorang pramuka itu selalu riang dan gembira. Dalam pramuka penggalang mulai diajak untuk melaksanakan aktivitas yang menarik dan menatang. Dan dikala sudah menginjak ke penegak dan pandega mulailah kesadaran mereka sebagai seorang pramuka dibuat semoga siap terjun ke masyarakat.

Ketika kita mengajarkan kepramukaan,jangan hingga kita tidak menerapkan metode kepramukaan dalam pengajarannya, lantaran hal tersebut bisa merusak bahkan menghilangkan ciri khas dari gerakan pramuka. Apalagi menggantinya dengan sebuah hal-hal yang berbau kekerasan. hal itu terperinci akan menciptakan orang awam yang tidak tahu perihal pramuka menjadi semakin mempunyai pandangan yang buruk dari pramuka. Namun, kita harus sanggup menerapkan metode kepramukaan tadi semoga sanggup menarik orang-orang supaya lebih tertarik mengikuti aktivitas kepramukaan dan sanggup menjadi tunas-tunas pramuka yang akan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik lagi.
Baca Juga : Belajar Rumah Morse

Penerapan metode kepramukaan yang baik dalam pengajaran kepramukaan dibutuhkan bisa mengubah gambaran dari pramuka dari yang mengandalkan kekerasan fisik dan menciptakan sakit, bisa menjadi menjadi sebuah aktivitas yang menerik dan menantang, serta impian terbesarnya yakni bisa mencapai tujuan kegiatannya menyerupai yang tertera dalam UU Gerakan Pramuka Pasal 4 :

“Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiappramuka semoga mempunyai kepribadian yang beriman,bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum,disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, danmemiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalammenjaga dan membangun Negara Kesatuan RepublikIndonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.”

Dengan pencapaian dari tujuan gerakan pramuka dibutuhkan jangka kedepannya yakni pramuka bisa menjadi salah satu pliar yang paling berperan dari pembentukan huruf bangsa yang paling efektif, di tengah mulai rusaknya moral-moral tunas bangsa kita. Atau dalam bahasa pendidikannya yakni pramuka sanggup menjadi wadah untuk penanaman pendidikan huruf bagi gerasi penerus bangsa.
Artikel ini penulis persembahkan untuk teman-teman penulis yang sadang melaksanakan aktivitas bina satuan atau pun yang masih gundah perihal pengajaran pramuka yang baik dan benar itu bagaimana.
Semoga dari artikel yang masih kacau dan masih banyak membutuhkan penyempurnaan ini, bisa diambil manfaatnya.
Satyaku ku darmakan, darmaku ku baktikan…
Ikhlas bakti bina bangsa, berbudi bawa laksana….
Salam pramuka…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *