Macam-Macam Bentuk Api Unggun

By | Mei 28, 2012
Setelah beberapa waktu yang kemudian aku memperlihatkan artikel perihal nilai-nilai yang terkandung didalam api unggun. Sekarang aku mau memperlihatkan artikel perihal bentuk-bentuk api unggun. Selain alasan tersebut juga mungkin saja artikel ini sanggup lebih bermankna bagi pembaca yang masih resah terhadap susunan api unggun. Saya akan mencoba sepengetahuan aku (maklum, sanggup disuruh bikin api unggun jika ada program di racana… hehehe…)
Oke… eksklusif pada bentuknya saja..

Api unggun mempunyai lima macam bentuk (umumnya) dalam penyusunannya, kelima bentuk dari penyusunan api unggun sebagai berikut :

  1. Bentuk Piramida Segitiga
    Bentuk yang pertama yaitu bentuk piramida segitiga, cara penyusunannya sebagai berikut :
    Kayu disusun segitiga sama sisi, makin keatas segitiganya semakin kecil, sehingga ditengah tumpukan kayu terdapat rongga. Dirongga tersebut ditaruh materi yang gampang terbakar, contohnya jerami, sekam yang sudah disiram minyak tanah dan sebagainya. Rongga inilah yang nantinya akan dijadikan sebagai sumber api yang pertama (baca : untuk dinyalakan). Model ini biasanya diharapkan awat kecil (Bendrat) untuk menjaga biar tumpukan kayu tidak roboh.

    Ilustrasi Api unggun bentuk piramida segitiga

  2. Bentuk Piramida Bujur Sangkar
    Model yang kedua yaitu Piramida bujur sangkar. Pada dasarnya menciptakan piramida bujur kandang caranya sama dengan bentuk piramida segitiga, yang membedakkan terletak pada bentuk bentuk penyusunannya berupa bujur sangkar. Perlu diingat. bahwa model penyusunan piramida yaitu model yang semakin keatas semakin runcing (mengerucut). Model bujur kandang dalam penataan kayu umumnya di tidurkan. tidak disusun keatas. (lihat gambar biar lebih selas, perihal susunan kayunya)

    Ilustrasi Api unggun bentuk piramida bujur sangkar
  3. Bentuk Pagoda Tegak
    Bentuk pagoda tegak memungkinkan percampuran kayu berair dan kayu kering, sebab, dibuat ini modelnya kayu berair dan kering ditata tegak, pertama-tama pembaca menciptakan gawang terlebih dahulu sebagai daerah penyandar kayu dari materi yang tidak gampang terbakar. kemudian kayu disandarkan pada gawang, contohnya kayu/bambu basah. Dalam rongga antar kayu ditaruh materi bakar yang gampang terbakar.
    Api unggun bentuk pagoda tegak
  4. Bentuk Pagoda Roboh
    Bentuk pagoda roboh yaitu bentuk yang paling sederhana yang mungkin saja sering pembaca praktikkan saat aben kayu, tetapi tidak menyadari bahwa bentuk tersebut yaitu bentuk pagoda roboh. Cara membuatnya :
    kayu kering ditetapkan di tanah, ujung-ujungnya bertemu di tengah sehingga pangkalnya diluar membentuk lingkaran. Agar ujungnya cepat terbakar, ditempat pertemuan tersebut sanggup dibuat lubang dan diberi materi bakar yang gampang terbakar.
    Ilustrasi Api unggun bentuk pagoda roboh
  5. Bentuk Kursi
    Bentuk Kursi yaitu bentuk api unggun yang mungkin saja pembaca jarang temui, lantaran bentuk ini biasanya dipakai apabila angin bertiup kencang dari satu arah. Langkah membuatnya pun tidak terlalu sulit ataupun rumit, namun, sedikit memperlukan kesabaran. Caranya:
    Dua kayu berair dipancangkan agak berjauhan dan agak condong ke belakang. Setelah tiang pemancang api unggun sudah di buat. langkah selanjutnya yaitu menyusun kayu-kayu sampai membentuk dingklik

    Ilustrasi Api unggun bentuk kursi
     
    Sekian artikel perihal macam-macam api unggun. Ingat!!! api unggun bukanlah sebuah ritual penyembahan terhadap api, namun, api unggun yaitu sarana pendidikan yang mengandung nilai pendidikan budpekerti yang tinggi. Perlengkapan api unggun sanggup di lihat diartikel selanjutnya…
    Selamat mencoba dan semoga bermanfaat….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *