Kesehatan Reproduksi Cukup Umur Yang Perlu Anda Ketahui

By | Februari 14, 2020
Terdapat indikasi pada dewasa – baik di perkotaan maupun perdesaan – yang menawarkan meningkatnya sikap seks pra-nikah.

Namun, menarik dipertanyakan ialah apakah mereka memahami resiko-resiko seksual yang menyertainya? Berdasarkan studi di 3 kota Jawa Barat (2009), perempuan dewasa lebih takut pada resiko sosial (antara lain: takut kehilangan keperawanan/ virginitas, takut hamil di luar nikah alasannya ialah jadi materi gunjingan masyarakat) dibanding resiko seksual, khususnya menyangkut kesehatan reproduksi dan kesehatan seksualnya.

Padahal kelompok usia dewasa merupakan usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Bahkan, dalam jangka waktu tertentu, dikala perempuan dewasa menjadi ibu hamil, maka kehamilannya sanggup mengancam kelangsungan hidup janin/bayinya.  
Definisi kesehatan reproduksi berdasarkan hasil ICPD 1994 di Kairo ialah keadaan tepat fisik, mental dan kesejahteraan sosial dan tidak semata-mata ketiadaan penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsi dan proses. 

Kesehatan Reproduksi Remaja
Secara garis besar sanggup dikelompokkan empat golongan faktor yang sanggup berdampak jelek bagi kesehatan repoduksi yaitu :
Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, dan ketidaktahuan ihwal perkembangan seksual dan proses reproduksi, serta lokasi daerah tinggal yang terpencil).
Faktor budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang berdampak jelek pada kesehatan reproduksi, dogma banyak anak banyak rejeki, info ihwal fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan dewasa alasannya ialah saling berlawanan satu dengan yang lain, dsb).
Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang renta pada remaja, depresi alasannya ialah ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga perempuan pada laki-laki yang membeli kebebasannya secara materi, dsb).
Faktor biologis (cacat semenjak lahir, cacat pada kanal reproduksi pasca penyakit menular seksual, dsb).
Demikianlah sedikit info dari kami ihwal kesehatan remaja. Semoga bermanfaat.
source
k4health.org
belajarpsikologi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *