Dosen Itu ???

By | Februari 14, 2020

Sekedar Sharing

Menjadi dosen di negeri dengan follower jutaan harus bener-bener multitasking;
* Urusan dengan BKD, Sister, JAD, Serdos dan Hibah.
Harus arif menciptakan anjuran penelitian; mengumpulkan dokumen tridharma PT (mengajar sesuai jumlah sks yang dipersyaratkan, penelitian yang menghasilkan kebaruan, dedikasi yang menyentuh masyarakat); mengumpulkan semua bukti tridharma; menscan dokumen; mengconvert dokumen dari word ke pdf, jpg ke pdf; mengkompres file sesuai ukuran yang diminta; mengunduh dan mengunggah; menunggu keputusan dengan sabar yang seluas samudra dan sedalam lautan.

* Urusan Peningkatan kualitas diri
Terus meningkatkan strata; berjuang mendapatkan beasiswa yang saringannya mengalahkan ajang pencarian bakat; bila tak sanggup beasiswa siap2 dengan menjual harta benda atau bahkan menggadaikan SK ke aBank yang selalu siap menanti dengan bunga yang semerbak; melaksanakan aneka macam penelitian dengan mencari novelty; menyusun artikel dalam bahasa Inggris; berkenalan dengan jurnal2 bereputasi bahkan yang predator dan abal abal sekalipun; menginstal software untuk cek grammar, cek plagirsm, references and so on; berguru submit dengan bermacam-macam format dan tempelate sesuai usul jurnal; berguru mendapatkan dengan lapang dada seandainya artikel di reject; bila tak mau repot menjalani prosesnya, siapkan uang yang banyak dan biarkan provider jasa yang menjalankannya sehingga tinggal terima beres.
Mengikuti aneka macam jenis pelatihan, workshop, seminar, publikasi oral ataupun poster. Kadang tak penting isi acara, yang penting ada sertifikat, sppd dan bukti bila kita pernah ada disana.

*Urusan eksistensi di dunia perdosenan
Sering-sering cek simlitabmas; mempunyai account dan sering cek Sinta, Google Scholar, Researchgate, Orchid Id dan semua account dimana track record sebagai dosen akan terpampang nyata; menjadi keynote speaker ataupun konsultan ataupun reviewer ataupun editor akan menambah ranking menjadi naik.

*Urusan langsung dan rumah tangga
Kalau ibu2 harus arif mengurus rumah, suami dan anak; masak semua masakan kawasan hingga internasional; mengatur keuangan keluarga; mengajarkan anak mengerjakan PR;
Kalau bapa2 harus arif mencari embel-embel saku sebab honor dosen hanya hitungan hari semenjak tanggal honor diterima; memastikan seluruh anggota keluarga tercukupi kebutuhan lahir batinnya.
Kalau yang single harus memikirkan biaya untuk komitmen nikah dan resiko setelahnya.

Dan sehabis banyaknya urusan yang harus dilaksanakan, kemudian harus menghadapi kenyataan bila uang yang diterima perbulan ternyata tak sesuai harapan; berhadapan dengan pihak pengelola institusi yang terkadang tidak berprikedosenan, maju kena mundur kena.

Pada risikonya hanya berharap semoga sanggup sabar dan besar lengan berkuasa menghadapi semuanya, menuntaskan semua urusan yang menjadi kewajiban dan mendapatkan hak yang masih jauh dari kewajaran.

Semoga semua lelah diiringi dengan keikhlasan sehingga akan bernilai ibadah.

Salam untuk semua dosen di Indonesia!!!

#Plisss ga usah baper…its just sharing

sumber: fb anna yuliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *