Dasar Dunia Sistem Android

By | Mei 3, 2013
Ada hal fundamental yang patut diketahui dalam dunia android. dasar dunia sistem android penting diketahui bagi user untuk lebih mengenal lebih erat apa dan bagaimana android itu bekerja.
Android ialah Operating System (OS) milik Google. Dalam hal ini Google tidak menyediakan hardware berupa smartphone atau tablet. Makara untuk membuat smartphone/tablet yang keren atau istilahnya high-end, tetap diharapkan hardware yang baik.
Jika Anda membicarakan Samsung Galaxy S II atau Motorola Atrix 4G pastinya merupakan rujukan dari smartphone high-end yang didukung hardware kelas atas. Dan hal itu membuat keduanya harus dijual dengan harga tinggi. Namun tidak ibarat itu kalau Anda berbicara wacana Galaxy Mini atau beberapa Android lain keluaran produsen China ibarat ZTE atau Huawei.
 Bagi Anda yang belum tahu, Android bukan cuma satu! Google telah merilis beberapa versi Android. Yang terbaru ialah versi 4.0 atau biasa disebut Ice Cream Sandwich. Nantinya Google akan menunjukkan update ibarat yang telah dilakukan sebelumnya. Mungkin Android 4.2 atau sanggup juga Android 2.4 untuk upgrade dari versi 2.3.
Tiap update yang diberikan umumnya membawa fitur baru. Seperti update Android 2.3.4 yang menunjukkan firur GTalk video chat.
Dan, tiap-tiap versi Android itu punya tampilan (user interface) yang berbeda. Demikian juga fitur yang dibawa. Semakin kesini semakin canggih fitur yang diberikan.

Android versi 1.5 atau Cupcake rilis pada 30 April 2009. Lalu muncul versi 1.6 atau Donut, kemudian versi 2.0/2.1 disebut juga Eclair kemudian rilis versi 2.2 aka Froyo. Tidak berhenti di situ, Google kembali rilis versi gres Android 2.3 atau Gingerbread dan versi Android untuk tablet yang disebut Honeycomb atau versi 3.0. Yang terbaru ialah versi 4.0 atau biasa disebut Ice Cream Sandwich.

Dan, tidak semua ponsel Android yang gres rilis memakai Android versi terbaru. Ponsel Android harga miring umumnya masih menjalankan Android versi di bawah 2.2 Froyo. Itu alasannya ialah hardware yang digunakan untuk mendukung Android versi 2.1 atau sebelumnya masih di bawah yang digunakan untuk Android 2.3, misalnya. Dan hal itu pastinya besar lengan berkuasa fitur yang dibawa, yang kemudian menghipnotis tinggi/rendah harga. Semakin gres versi Android, semakin mahal harganya.
5. Fragmentasi dan Aplikasi
Fragmentasi atau pembagian Platform mengakibatkan sejumlah aplikasi hanya sanggup dijalankan pada ponsel tertentu. Sebagai contoh, aplikasi Twitter untuk Android hanya sanggup dijalankan di ponsel Android minimal versi 2.1. Hal itu berarti ponsel dengan Android 1.6 tidak sanggup menjalankan aplikasi Twitter.
Kemudian wacana resolusi screen. Sejumlah aplikasi tidak sanggup dijalankan di ponsel dengan resolusi lebih tinggi. Contoh, ada ponsel Android dengan screen HVGA (480 x 320 pixel) tapi ada pula Sony Ericsson XPERIA X10 Mini/Mini Pro dengan resolusi screen lebih rendah QVGA (320 x 240). Ponsel high-end ibarat Nexus One yang support resolusi lebih tinggi (800 x 480). Dan, Andapun sanggup menemukan yang lebih tinggi lagi, yakni pada tablet Android Honeycomb ibarat Motorola Xoom dengan resolusi 1280x 800 pixels.

Anda sanggup mencoba Sony Ericsson XPERIA X10 dengan prosesor 1GHz (Android 1.6). Kemudian beralihlah ke Milestone dengan prosesor 600MHz (Android 2.1.). Jika Anda setuju, maka Milestone terasa lebih cekatan dan cepat dalam melakukan perintah. Itulah kenapa prosesor dengan speed lebih tinggi tidak selalu menghasilkan performa yang lebih cepat. Selainitu faktor RAM juga akan menghipnotis kualitas tampilan grafis.

Bagi Anda yang tengah berpikir untuk beralih dari ponsel standar ke smartphone Android, perlu diketahui bahwa aplikasi yang ada di Android tidak gratis. Setidaknya, tidak semua. Aplikasi bawaan ibarat Twitter dan Facebook pastinya sanggup didapat gratis. Tapi kalau Anda sangat membutuhkan aplikasi untuk penerjemah, misalnya, maka Anda sanggup membelinya di Android Market.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *