Berakhirnya Kejayaan Data Vocabulary

By | Desember 21, 2019

Banyak bloger yang belakangan mendapat notifikasi dari Google Search Console untuk “Warning: data-vocabulary.org Deprecated” kalau diterjemahkan kurang lebih menegaskan bahwa penggunaan denah data terstruktur yang melibatkan data-vocabulary sudah usang, tidak lagi mendukung sebagai tanda mendefinisikan struktur website dan aplikasi berbasis markup.

Google ingin memfokuskan penggunaan Schema.org sebagai pengganti data-vocabulary yang mulai April 2020 mendatang tidak sanggup support lagi dari raksasa teknologi asal California tersebut.

“Kami berfokus pada pengembangan satu skema, mulai April 2020 mark-up data vocabulary tidak lagi memenuhi syarat sebagai bab dari fitur Google Rich Results.” tulis Google melalui blog Webmaster.

Makanya tidak heran aneka macam pemilik situs web mendapat peringatan pada blog dan website yang terkena efek perubahan, khususnya halaman spesifik yang memang masih terdeteksi data vocabulary.

Google perintahkan seluruh pengelola situs biar mengatur ulang dan membenahi denah mengikuti peraturan gres yang ada.

Wajar jikalau kasus ini jadi heboh di lembaga WordPress dan Blogger sampai Stack Overflow, alasannya memang lebih banyak didominasi website masih memakai data-vocabulary.

Blog ShukanBunshun.com juga sanggup warningnya, disuruh ganti struktur buat breadcrumbs biar beralih ke Schema.org dan menghilangkan data-vocabulary.org.

Tips mengatasi error tadi aku sanggup dari web Kompi Ajaib dengan mengganti isyarat HTML khusus Breadcrumbs saja. Kemudian masuk ke GSC dan menekan tombol Validate buat meminta proses validasi perbaikan.

Banyak bloger yang belakangan mendapat notifikasi dari Google Search Console untuk  Berakhirnya Kejayaan Data Vocabulary

Setelah menekan Validate ternyata tidak selesai begitu saja, Googlebot akan merayapi ulang seluruh halaman yang terkena efek migrasi ini. Soal berapa lama selesainya, mungkin tergantung dari jumlah halamannya.

Kalau pas klik Validasi Perbaikan tapi gagal dan muncul peringatan merah kayak gambar berikut, artinya dilema belum terselesaikan.

Banyak bloger yang belakangan mendapat notifikasi dari Google Search Console untuk  Berakhirnya Kejayaan Data Vocabulary

Sebaliknya, jikalau merasa sudah selesai memperbaiki, ketik “Rich Results Test” di Google dan cek status web yang diperbaiki, seharusnya hasilnya goresan pena berwarna hijau “Page is eligible for rich results“.

Banyak bloger yang belakangan mendapat notifikasi dari Google Search Console untuk  Berakhirnya Kejayaan Data Vocabulary

Google memakai data terstruktur sebagai format standar dan memilih denah demi memperlihatkan informasi mengenai sebuah halaman beserta semua isinya. Informasi tersebut digunakan buat dua tujuan utama:

  • Memahami konten yang terkandung pada halaman. 
  • Mengizinkan fitur dan peningkatan hasil pencarian khusus. 

Seperti apa format data terstrukturnya? 

Beberapa macam antara lain JSON-LD, RDFa hingga Microdata mendefinisikan sejumlah struktur yang sesuai serta sanggup digunakan untuk encode data deskriptif. Biasanya yang terstruktur tersebut dibentuk pakai JSON dan HTML.

Lalu bagaimana dengan denah data terstruktur? 

Format data terstruktur berfungsi sebagai kamus untuk memilih jenis konten apakah “Person / Orang”, “Event / Acara”, “Organization / Organisasi”. Gambaran singkatnya jikalau kalian pernah Googling nama orang populer contohnya “Bill Gates” nanti akan muncul identitas ia dari sebuah halaman web, teladan gambar berikut. Ini memakai Schema jenis “Person” lantaran memperlihatkan informasi terkait seseorang.

Banyak bloger yang belakangan mendapat notifikasi dari Google Search Console untuk  Berakhirnya Kejayaan Data Vocabulary

Proyek data-vocabulary Google memang sudah jadi andalan webmaster bertahun-tahun dalam pengembangan data terstruktur untuk sebuah website.

Sayangnya seiring berkembangnya zaman, penggunaan data vocabulary cenderung minim manfaat dan lebih berfaedah kalau pakai Schema.org. Sekarang Google berkolaborasi dengan mesin pencari lainnya dan berfokus pada Schema.org saja.

Dampaknya pada Blogger

Pengguna Blogger/Blogspot biasanya kena efek bab Breadcrumb. Sebuah elemen yang memilih lokasi spesifik konten di suatu halaman web.

Imbas pada WordPress, breadcrumbs masuk ke dalam Tag dan memudahkan navigasi konten. Baik user Blogger dan WP, jikalau breadcrumb masih memakai struktur data-vocabulary ada baiknya diganti ke struktur Schema.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *