Bayang Mimpi

By | Januari 3, 2012
Sepenggal puisi yang berkisah wacana mimpi-mimpi yang tak tercapai menjadi sebuah bayang-bayang yang gelap. bayang mimpi yaitu puisi yang di tulis dari sebuah tinta kehampaan yang dituangkan dalam kertas kepahitan.

Bayang Mimpi
mencoba tuk hening setenang air yang mengalir disungai…
santai tapi pasti…
semua kan terlihat…
semua kan menerima hal yang indah…
yang berbeda hanya nilainya…

layaknya seorang palawan dan penghianat…
berbeda hanya pada cara kita memandang…
bayang-bayang hitam kan kelabu…
membunuh hati dalam kondisi yang terpaku..
tertanam dalam mimpi…
belum tentu hidup dalam bentuk dunia…
bayang mimpi membumbung tinggi…
hilang harus dalam derita…
putih mulus layaknya kertas putih…
tanpa cacat… tanpa tekuk…

insan yaitu mansia…
takbisa bernafas tanpa oksigen…
menghayal mimpi tak pasti…
indah dalam batin..
rusak dalam raga….

insan hidup kan mati..
tak perlu ditangisi…
mimpi… mimpi itu tlah terlewati..
meskipun hanya sunyi…

duhai Pemberi ruh dan jiwa raga ini….
ku hanya sanggup pasrah tanpa henti…
menyesali relung relung hati…
bagi pisau tajam menusuk janji…
ku ingin tetap melukis indahnya hari…
walau raga ini tlah menjadi api…

setengh hati ku ingin berbagi…
melihat ombak-ombak yang terhanyut pasti…

cinta dalam hati tlah mati
ingin ku ganti dengan cintamu wahai Illahi…
yang abadi…
takkan pernah luntur dimakan janji…

ku ingin menjadi pengganti…
sekalipun itu bukan yang abadi…
anggun senyum terkumandakan hari…
hari berganti menjadi bulan….
bulan.. bulan tersenyum pada belum dewasa yang menari…
menarikan lagu hati..
mengikis angin pagi..
menhancurkan indahnya pelangii…
mematikan mentaripagi…

semua itu tinggal janji…
takkan terucap pasti…
hanya sanggup parah bila hati ini tak terisi…

terisi oleh angan-angan cerah…
yang terjadi.. semoga terjadi…
yang terbaik pastikan datang…
tanpa perlu ditawar…
alasannya itu….
CERMIN DIRI…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *