Asal Mula Susunan Tombol Keyboard

By | Juni 29, 2012


“Mesin ketik atau mesin tik yakni sebuah mesin atau alat elektronik dengan sebuah set tombol-tombol yang apabila ditekan sanggup mencetak huruf atau karakter tertentu pada sebuah medium, biasanya berupa kertas” ( sumber : wikipedia)

Mampir di blog teman (cyber4rt) ehhh… sanggup artikel anggun buat lengkapin postingan yang dulu pernah saya post perihal mengetik sepuluh jari. (setelah sanggup ijin copas hehehe…. saya sharekan di blog ini…. terimakasih bang admin cyber4rt I love you pull…. wkwkwkwk….)

bagi yang belum pernah membaca artikel sebelumnya bisa baca disini…

Pembaca mungkin ada yang galau dengan susunan tombol keyboard yang tidak disusun secara ascending atau descending.

Cerita perihal sejarah tombol keyboard menyerupai ini gan….

Mesin tik pertama kali diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1868 oleh Christopher Latham Sholes (penemu mesin tik, pencipta susunan tombol dan pencipta cara mengetik sepuluh jari). Usaha pertamanya untuk menciptakan sebuah perangkat mengetik bisa dibilang jauh dari kata sempurna. Desain mesin tik pertama yang ia buat menggunakan huruf dan karakter pada ujung batang yang disebut “typebar”. Ketika tombol ditekan, typebar akan berayun dan menekan pita berlapis tinta yang akan mencetak karakter tersebut di atas kertas. Desain orisinil dari tombol keyboard diposisikan dalam susunan sesuai dengan urutan karakter (ABCDE) dalam dua baris. Namun pengaturan ini menjadikan “typebar” pada mesin ketik akan saling tumpang tindih saat menulis kombinasi huruf yang paling umum dipakai dari alfabet (misal TH dan ST), sehingga menjadikan tombol akan sering macet dan memperlambat pekerjaan mengetik.

Untuk memecahkan duduk masalah ini, Sholes tetapkan bahwa posisi tombol perlu disusun ulang. Pada tahun 1868, bekerja sama dengan Amos Densmore, Sholes mengatur huruf pada keyboard untuk mendapat jarak yang lebih baik antara tombol yang sering dipakai dengan yang jarang digunakan. Namun, hal ini malah menciptakan sebagian orang mengalami kesulitan untuk menemukan tombol yang akan mereka ketikkan dan kesannya tetap menciptakan pekerjaan tidak menjadi lebih efisien. Sehingga beberapa orang berasumsi bahwa Sholes sengaja melaksanakan hal tersebut untuk memperlambat proses pengetikan sehingga tidak akan menciptakan macet mesinnya yang lamban. Namun, tujuannya yakni sebaliknya. Seseorang yang menguasai pengaturan tombol gres tersebut akan benar-benar sanggup mengetik lebih cepat lantaran tombol tidak akan macet. Ini yakni awal dari keyboard QWERTY, yang pertama kali muncul pada tahun 1872.

Mesin tik pertama kali dijual secara luas pada tahun 1874 oleh Remington & Sons. Mesin tik ini disebut dengan Remington No 1. Namun, kebanyakan orang mengabaikannya lantaran pada tahun 1870-an, gagasan “menulis mekanis” masih terasa asing bagi kebanyakan orang yang masih terbiasa menulis dengan menggunakan tangan. Empat tahun kemudian, sehabis modifikasi susunan tombol keyboard, Remington & Sons memproduksi Remington No 2. Remington No 2 mempunyai pengaturan tombol yang kita gunakan kini ini bersama dengan kemampuan mengetik baik huruf kapital maupun huruf kecil dengan menggunakan tombol shift (model pertama dari mesin tik hanya sanggup mengetik huruf kapital saja). Tombol shift ini mendapat namanya disebabkan fungsinya untuk menggeser (“shift”) posisi antara huruf kecil atau kapital yang berada di typebar yang sama.

Kepopuleran mesin tik kemudian lambat laun mulai meningkat, dan orang-orang kesannya berhenti mengeluh perihal pengaturan asing tombol keyboard dan mulai menghafal susunan keyboard dan berguru bagaimana untuk mengetik dengan lebih efisien. Meskipun banyak susunan keyboard alternatif lain yang coba untuk diperkenalkan, tapi kebanyakan orang tetapkan untuk tetap menggunakan keyboard dengan susunan QWERTY. (disinilah terjadinya ekspresi dominan mengetik dengan sistem buta)

Kemudian, pada awal tahun 1930-an Profesor Agustus Dvorak dari Washington State University berbagi keyboard yang lebih “user-friendly”. Dia mendesain ulang susunan tombol keyboard sehingga semua huruf vokal dan lima huruf konsonan yang paling umum dipakai disusun di formasi paling atas (AOEUIDHTNS). Dengan desain keyboard Dvorak ini, seseorang bisa mengetik sekitar 400 kata-kata bahasa Inggris yang paling umum hanya dengan menggunakan tombol dari barisan paling atas, bandingkan dengan hanya 100 kata-kata pada keyboard QWERTY . Selain itu, menggunakan keyboard Dvorak, jari juru ketik tidak akan harus melaksanakan perjalanan sejauh yang mereka lakukan pada keyboard Sholes untuk mengetik sebagian besar kata-kata.

Dvorak kemudian mencoba untuk pertanda bahwa mesinnya jauh lebih unggul dibanding mesin buatan Sholes. Namun, pembuktiannya ini tidak pernah terungkap. Banyak studi yang dipakai untuk menguji efektivitas keyboard-nya yang cacat atau dianggap terdapat konflik kepentingan di dalamnya lantaran Dvorak sendiri yang melaksanakan studi pengujian tersebut. Akhirnya sebuah studi yang dilakukan oleh US General Services Administration pada tahun 1953 perihal keyboard Dvorak mengambil suatu kesimpulan bahwa tidak peduli jenis keyboard yang digunakan, juru ketik tetap bisa saja mengetik dengan cepat atau sebaliknya. Oleh lantaran itu, dominan orang tidak ingin membuang waktu atau sumber daya yang diharapkan untuk melatih penggunaan keyboard baru, jadi mesin tik Dvorak tidak pernah benar-benar menarik dominan konsumen dan keyboard QWERTY akhirnya bertahan hingga hari ini dan kemungkinan besar hingga di masa yang akan mendatang.

Sekarang sudah tahu kan?? Asal muasalnya?
Bagi Pembaca yang ingin berguru mengetik sepuluh jari atau sistem buta bisa baca disini….
=======referensi=============

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *