Antara Sasaran Dan Cita-Cita

By | November 25, 2016
 ialah dua buah hal yang berbeda jikalau kita mau telisik lebih jauh Antara Target dan Cita-Cita
Target dan cita-cita


Target atau cita-cita ialah dua buah hal yang berbeda jikalau kita mau telisik lebih jauh. Sebelum kita membahasnya lebih dalam kita harus mengetahui terlebih dahulu, makna sasaran dan makna dari cita-cita.

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia berikut ialah makna kata sasaran dan cita-cita
target : tar·get /targét/ n sasaran (batas ketentuan dsb) yg telah ditetapkan untuk dicapai: panen di semua kabupaten di tempat itu berhasil melampaui –; me·nar·get·kan v memutuskan sasaran (batas ketentuan dsb) yg harus dicapai (dl waktu tertentu): panitia penyelesaian acara itu dl waktu satu pekan. pe·nar·get·an n proses, cara, perbuatan menargetkan
ci·ta-ci·ta n 1 keinginan (kehendak) yg selalu ada di dl pikiran: ia berusaha mencapai nya untuk menjadi petani yg baik; 2 tujuan yg tepat (yg akan dicapai atau dilaksanakan): untuk mewujudkan nasional kita, kepentingan eksklusif harus dikesampingkan;
Sudah lihat kan perbedaan kedua makna tersebut?
Mengutip dari pengertian diatas tentuhnya kita sudah tahu bahwa sasaran itu tidak sama dengan cita-cita. Kalau sudah tahu terus apa yang akan kita permasalahkan?
Target itu harus pasti!
Target itu merupakan pencapaian yang harus pasti. Tidak ada tawar menawar, kalaju misal tidak terlampaui. Bisa dikatakan kalau kita kehilangan sasaran atau tidak bisa memenuhi target. Kalau bisa terlampaui? Jelas berarti kita sudah bisa menuntaskan sasaran yang dibebankan.

Cita-cita gres sebatas keinginan
Berbeda dengan sasaran keinginan merupakan sebuah hal yang masih berkutat di batas sebuah keinginan saja, yang masih ada dipikiran, biasanya yang namanya keinginan hanya sebatas pada otak saja belum hingga ke tahap dari realisasi. Jadi, bisa dikatakan itu merupakan angan. Kalau sebuah angan maka jikalau tidak tercapai tidak terlalu bermasalah.
Saya harap pembaca bisa paham dengan yang aku maksudkan.
Kaitan sasaran dan keinginan dalam diri seorang manusia
Penentuan sasaran mungkin sangat bermanfaat bagi seorang yang selalu ingin bisa menjadi yang terbaik. Bisa dikatakan demikian. Contoh nya ialah seorang penjual baju, ia memiliki target, jikalau bulan besok aku harus menjual 10 baju, maka aku akan berusaha semaksimal mungkin supaya baju-baju dapay terjual hingga sepuluh, syukur-syukur bisa lebih.
Sedangakan keinginan yang masih berupa keinginan pastinya (baca : kebanyakan) belum diikuti dengan usaha-usaha yang maksimal untuk mencapai keinginan tersebut. Apabila sudah diikuti dengan sebuah perjuangan yang maksimal untuk meraihnya bisa dikatakan itu sudah menjadi sasaran dalam diri anda.
Pilih sasaran atau cita-cita?
“Tentuh kalau begitu aku pilih sasaran donk?”.
“Hmmm… tidak bisa keinginan juga harus anda punyai !”
Betul bendapat diatas, kalau kita belum menemukan sebuah kejelasan yang pasti. Sebaiknya anda menentukan cita-cita, alasannya ialah dengan keinginan anda sudah memiliki keinginan untuk mencapai sebuah target. Nah.. kalau yang di cita-citakan tidak sesuai dengan keinginan anda, anda wajib menentuhkan sasaran untuk mencapai perubahan yang posisitif dalam hidup.
Kondisi ini berbeda jikalau seorang sudah memiliki sasaran dalam hidupnya, niscaya akan berusaha untuk mencari yang terbaik dan bisa mengatur targetnya untuk menjadi tolak ukur peningkatan dirinya.
Kesimpulan
Begitulah inti pembahasan opini kita kali ini. Tentang perbedaan dari sasaran dan cita-cita, sasaran itu sasaran yang niscaya sedang keinginan ialah keinginan kita. Jadi, dalam menentuhkan hidup ini anda semakin terang tujuannya. Tujuan anda masih berupa sasaran atau hanya sekadar cita-cita

Sekian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *