7 Langkah Membebaskan Diri Dari Jejaring Sosial

By | Februari 14, 2010
Langkah menjauhkan diri dari jejaring sosial 7 Langkah membebaskan diri dari Jejaring Sosial
7 langkah menjauhkan diri dari jejating sosial

Pertembuhan situs jejaring sosial yang ada didunia maya memang sangat cukup populer. Bahkan di negara tercinta kita (Indonesia) yang menyumbang sangat banyak selakali para penggunanya. Tak perlu menyebutkan satu persatu nama-nama situs jejaring sosial yang terperinci keberadaannya cukup mendapat hati tersendiri di masyarakat.

Bukan hanya dipakai untuk mencari teman, kenalan, atau sahabat usang yang telah hilang. Namun, situs jejaring juga dipakai untuk lahan bisnis dan daerah dimana banyak keluhan masyarakat-masyarakat yang memprotes atau mendukung suatu kejadian. Bagai cendawan dimusim penghujan, pengguna situs jejaring sosial mulai dari masyarakat perkotaan hingga dengan masyarakat lapisan pedesaan (yang gak gaptek tentuhnya). Tetapi, dengan adanya hal positif tersebut tentuh tersirat sebuah hal negatif yang ada didalam situs jejaring sosial.

Hal negatif tersebut adalah, secara tidak pribadi situs jejaring mengakibatkan penggunanya mengalami kecanduan/ketagihan untuk memakai situs tersebut. Hal ini disebabkan oleh RASA INGIN TAHU PENGGUNA TENTANG AKTIVITAS APA SAJA YANG ADA DI SITUS JEJARING SOSIAL TERSEBUT. Dengan begitu pengguna akan mengakses situs jejaring hingga semua rasa ingin tau tersebut terpenuhi. Akibatnya. Pengguna akan melaksanakan banyak cara untuk mendapat informasi sebanyak-banyaknya ihwal acara teman-teman mayanya.

Kali ini penulis ingin menawarkan sebuah tips ihwal bagaimana cara semoga pengguna sanggup terlepas dari situs jejaring sosial tersebut atau sanggup mengurangi acara di situs jejaring tersebut. Sejujurnya dulu penulis merupakan pecandu salah satu situs jejaring sosial namun kini sudah mulai sanggup mengontrol rasa ingin tau dan bertahap mulai sanggup melupakan situs jejaring yang pernah menciptakan penulis menjadi pecandu berat.

Penulis berpegang pada prinsip aturan Gosen yang pada dasarnya “sebuah hal kalau di konsumsi secara terus menerus maka tingkat kenikmatannya akan berkurang” dengan berpegang pada prinsip tersebut penulis sanggup menciptakan sebuah kesimpulan “bahwa setiap hal kalau sudah mencapai titik klimaksnya maka akan mengalami sebuah penurunan kepuasan”

Semoga apa yang akan penulis berikan ini sanggup menciptakan pembaca puas dan sanggup menawarkan sebuah menfaat bagi yang membacanya.

Begini cara yang telah dilakukan penulis.

  1. Putuskan sambungan internet (dalam bentuk apapun)
    Cobalah lakukan cara ini setidaknya satu hari, kalau dirasa cukup sanggup ditingkatkan menjadi dua hingga pada batas yang pembaca sanggupi
  2. Eksplorlah situs tersebut sedetial mungkin hingga pembaca hafal dan cukup mengerti.
    Jika cara pertama dianggap gagal maka pembaca sanggup melaksanakan cara yang kedua ini dengan impian pembaca akan mengalami sebuah kebosanan pada situs jejaring tersebut, lantaran pembaca telah mengetahui seluruh seluk beluk dari situs jejaring tersebut.
  3. Cari hal yang menarik diluar dunia maya.
    Nah…. ini cara yang cukup ampuh. Kita sanggup melaksanakan sebuah kegiatan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia meya, contohnya kegiatan outbon atau kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat dan menyehatkan kita. Yang sudah cukup usia dan belum punya pacar cari, pacar saja sana!! jangan cuma duduk dan tongkrongin kompi, hehehehehe….
  4. Buka situs yang lebih bermanfaat ketimbang membuka jejaring sosial.
    Ditingkat inilah penulis sanggup mengatasi rasa kecanduan penulis. Dengan membuka situs informasi online penulis sanggup melupakan situs jejaring sosial untuk sementara waktu dan bahakan situs informasi online pun penulis mulai tinggalkan dan menggantinya dengan acara yang mungkin lebih bermanfaat sedikit ketimbah jejaring sosial (ngeblog cuy…) lebih asik lagi.
  5. Jangan dekati perangkat-perangkat yang sanggup menggubungkan kita ke dunia maya.
    jika cara 1, 2, 3 dan 4 dinilai gagal maka cara inilah yang mungkin sanggup dilakukan. sekalipun gatel kecampur sugesti otak untuk membuka situs jejaring. Hendaknya kita sanggup mengontorol dan pergi menjauh dari alat-alat yang sanggup menghubungkan ke dunia nyata.
Mungkin sedikit tips ini sanggup membantu para pembaca yang sedang mengalami kicanduan berat dan ringan pada situs jejaring sosial. Namun, kembali penulis tegaskan tidak semua situs jejaring itu negatif, bahkan penulis merasa banyak terbantu dengan kehadiran situs jejaring sosial. Sebab dengan adanya situs tersebut penulis menjadi mempunyai nafsu untuk membaca tulisan-tulisan yang penulis rasa menimbulkan kosakata penulis lebih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *