6 Penyebab Susah Konsisten

By | Oktober 7, 2016
 Kata konsisten menjadi salah satu hal wajib yang tercipta dari suatu proses tuntutan zama 6 Penyebab susah konsisten
Konsisten itu sulit

Pengantar

Kata konsisten menjadi salah satu hal wajib yang tercipta dari suatu proses tuntutan zaman, sedangkan kata sulit merupakan kata sifat. Sehingga kalau digabungkan menyebabkan sebuah makna yang menggambarkan beta sulitnya konsisten itu.
Kata konsisten dalam kamus sanggup diartikan sebagai berikut :
konsisten : kon·sis·ten /konsistén/ a 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya — dng ucapan
Berdasarkan kata tersebut kita dituntut untuk bisa tetap dalam posisi dan kondisi yang terbaik sehingga dalam melaksanakan semua hal terjadi kesempurnaan dan kelayakan dari kualitasnya. Konsistensi berarti bisa tetap menunjukkan hal yang terbaik tanpa terpengaruh dengan majemuk faktor.
Konsisten itu sulit
Perlu digaris bawahi bahwa konsistensi dalam segala aktifitas ialah hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Mengingat beberapa faktor yang bisa terjadi pada diri kita. Faktor yang menciptakan sulitnya kita bisa konsisten adalah
1. Mood (suasana hati)
Tidak bisa dipungkiri bahwa suasana hati menjadi salah satu faktor penunjang yang cukup besar dampaknya untuk menyebabkan kita bisa tetap konsisten. Jika hati kita nyaman dan merasa tidak ada beban maka bisa dipastikan kita sanggup berbuat sesuatu secara konsisten.
2. Semangat kerja
Sama halnya dengan mood semangat kerja yang ditunjukkan seseorang juga bisa menjadinsalah satu penyebab kekonsistenan seseorang. Semnagat kerja yang ditampilkan akan menjadinsalah satu energi faktual yang bisa mengubah lingkungan kerja menjadi lebih produktif dan tentuhnya kita sanggup konsisten dalam menjalani aktifitas sehari-hari.
3. Lingkungan dan kondisi sekitar
Lingkungan dan kondisi sekitar juga berperan serta dalam menumbuhkan konsistensi dan menjaga biar tetap konsisten. Kondisi ini sanggup menciptkan sebuah konstensi yang susah atau malah faktual (sebaliknya) Kondisi disekitar termasuk ialah beban kerja yang sedang kita kerjakan, semakin banyak beban kerja yang kita kerjakan tentuhnya sanggup menciptakan kita sendikit tidak konsisten.
4. Kondisi badan
Salah satu penyumbang semangat kerja yang tinggi ialah kondisi badan. Kondisi tubuh yang fit (baca : sehat) akan menciptakan sesorang siap berkreasi dan beraktifitas. Sama halnya dengan mengisi artikel dalam sebuah blog. Jika, kondasi tubuh tidak mendukung sanggup dipastikan akan mengurangi konsistensi kita dalam menuliskan artikel. Kondisi tubuh juga akan menjadi sebuah faktor yang menentuhkan konsistensi seseorang
5. Prioritas
Memperioritaskan hal-hal yang penting untuk dikerjakan terlebih dahulu. Merupakan hal yang wajar, kalau tindakan tersebut dilakukan oleh sesorang. Pasalnya, semua pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan oleh kita, tentuhnya mempertimbangkan prioritas dalam pengerjaannya. Prioritas yang lebih utama niscaya yang akan didahulukan.
6. Kemauan
Tanpa adanya kemampuan konsistensi tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Sebab, kemampuan merupakan ialah faktor pendorong utama dari semua hal yang kita lakukan. Adanya kemauan sanggup menyebabkan kita bisa menciptakan semua bisa dikerjakan secara konsisten.
Poin-poin diatas merupakan beberapa uraian dari faktor-faktor yang sanggup mensugesti konsistensi kita. Baik dalam melaksanakan pekerjaan ataupun dalam menjalankan segala aktifitas.


Mempersempit Pembahasan

Jika kita mempersempit ruang lingkup penulisan ini, dan hanya menitik beratkan pada konsistensi menulis artikel di blog tentuhnya kita akan bisa menciptakan sebuah pembahasan yang cukup utuh. Konsisten itu memang sulit namung tetap bisa teratasi dengan baik.
Itulah yang akan kita bahas nanti, pada artikel dibagian kedua.
Sekian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *