6 Ancaman Petasan Bagi Anak

By | September 24, 2017
 Siapa yang tidak suka melihat pertunjukan kembang api 6 Bahaya Petasan bagi Anak
Bahaya Petasan bagi anak

Siapa yang tidak suka melihat pertunjukan kembang api??

Tentu banyak yang suka. Saya sendiri juga suka melihat pertunjukan kembang api. 
Selama ini masih banyak masyarakat yang belum tahu peraturan wacana kembang api yang tidak boleh dan yang diperbolehkan. Padahal keduanya diatur dalam PERKAP (Peraturan Kapolri) Nomor 2 tahun 2008 wacana pengawasan, pengendalian, dan pengamanan materi peledak komersial.
Bisa dibaca disini : PerKaP Tentang Nomor 2 Tahun 2008
Apakah perbedaan antara Kembang (Bunga) Api dengan Petasan (Mercon) ? Berikut ini ialah klarifikasi yang terdapat pada Peraturan Kapolri tersebut. Saya kutipkan

Bunga Api adalah benda-benda bunga api tunggal atau tersusun atau yang semacamnya yang sanggup menyala berwarna warni dengan disertai letusan maupun tidak.

Sedangkan wacana Petasan atau Mercon saya kutipkan dari klarifikasi wacana Bahan Peledak, alasannya sifat petasan dan materi peledak hampir sama.

Bahan Peledak adalah materi atau zat yang berbentuk padat, cair, gas atau campurannya yang apabila dikenai atau terkena suatu agresi berupa panas, benturan atau ukiran akan berubah sebagian atau seluruhnya berbentuk gas dan perubahan berlangsung dalam waktu yang amat singkat disertai dengan pengaruh panas dan tekanan yang sangat tinggi.

Permasalahan yang kini timbul bukan akhir dari mainan kembang api (yang dilakukan oleh profesional) tetapi ialah mainan kembang api dan atau petasan yang dilakukan oleh belum dewasa yang biasanya tanpa disertai dengan pengawasan orang dewasa.

Bahaya yang mengintai mereka sangat tinggi sekali, terlebih sejatinya seaman-amannya sebuah mainan. Mainan petasan atau kembang api ini rawan sekali meledak dan sudah tentu akan menimbulkan kerugian yang sanggup saja lebih parah dari yang di perkirakan. Berikut kami sajikan beberapa dampak jelek dan ancaman dari mainan petasan dan atau kembang api bagi belum dewasa ialah sebagai berikut :

1. Anak anak belum kebijaksanaan rawan mengakibatkan kecelakaan

Anak-anak yang masih mempunyai tingkat emosi yang belum stabil akan cenderung memainkan petasan untuk hiburan-hiburan semata-mata untuk mencari perhatian. Mereka cenderung memainkan petasan di bersahabat banyak orang yang tentunya mereka ingin diperhatikan. Tindakan menyerupai ini akan sangat berbahaya sekali alasannya jikalau salah melempar atau mengenai tempat-tempat tertentu sanggup mengakibatkan kecelakaan.

Kita sudah sering mendengar adanya orang yang mengalami cidera pada anggota tubuh akhir dari memainkan petasan. Bahkan kita  sudah sering mendengar adanya korban yang hingga kehilangan nyawa akhir dari petasan (ukuran besar tentunya)

2. Bunyi yang terlalu keras sanggup menjadikan polusi suara

Bunyi yang terlalu keras dan sering tiba-tiba muncul akan menjadikan polusi bunyi yang mengganggu. Bayangkan jikalau anda sedang tidur siang tiba-tiba di bersahabat kamar anda ada belum dewasa yang bermain petasan melempar mercon sempurna di bersahabat anda. Saya yakin anda niscaya akan terbangun alasannya kaget (kecuali anda sedang kelelahan dan tidur dengan sangat lelap). Bagaimana perasaan anda yang bangkit tidur alasannya suasana yang mengagetkan? Tentu anda akan merasa tidak nikmat.

Itu yang terjadi pada orang yang sudah sampaumur (dengan perkiraan pembaca sudah nalar, buktinya anda sedang membaca artikel ini). coba kita bayangkan jikalau hal ini terjadi pada anak kecil balita?

3. Sampah sisa petasan yang acak-acakan menciptakan kotor lingkungan

Bermain kembang api baik yang menimbulkan bunyi atau pun yang tidak menimbulkan bunyi niscaya akan menjadikan sampah-sampah kertas pembungkus kembang api (bunga api) atau pun petasan akan menyebar dimana-mana. Hasilnya? Sampah!

Sampah yang acak-acakan jikalau tidak dibersihkan akan beterbangan kemana-mana menciptakan lingkungan menjadi kotor dan itu sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi. Kalau kita lihat mercon atau petasan yang meletus secara berantai, kotoran dari kertas pembungkusnya sanggup menyebar kemana-mana.

4. Bentuknya yang menarik rawan dimakan anak kecil

Bentuk yang menarik pada kemasan kembang api atau mercon yang sengaja dibentuk untuk memikat belum dewasa untuk membelinya menjadi sebuah hal yang sangat wajar. Namun, hal ini sanggup menjadi fatal jikalau ada belum dewasa kecil yang masih suka (belajar) menggigit-gigit benda-benda disekitarnya (biasanya pada batita) mendapati benda ini tergeletak secara sembarangan, Bukan mustahil batang mercon ataupun kembang api menjadi target untuk dimasukkan kedalam mulutnya. Jelas anda sudah tahu bahwa bahan-bahan yang dipakai beracun dan tidak untuk dimakan. (Kabar baiknya kasus menyerupai ini belum pernah saya dengar, tetapi jikalau pembaca pernah mendengarnya sanggup di share pada kolom komentar blog)

5. Bau ledakan yang menyengat sanggup mengakibatkan batuk

Satu hal yang saya ingat ketika melihat pertunjukan kembang api atau pun ketika melihat petasan yang sedang dinyalakan. Bau yang dihasilkan sangat menyengat sekali dan sangat tidak enak, ini evaluasi saya, kalau berdasarkan anda baunya sedap dan menciptakan anda nyaman. Berarti kita punya pendapat yang berbeda.

Bau yang menyengat ini timbul alasannya ledakan-ledakan yang dihasilkan, dan tentunya anyir dari zat kimia yang dibakar, tidak baik untuk kesehatan pernafasan anda. anda sanggup mengalami batuk atau bahkan sesak nafas.

6. Membuang-buang uang

Poin terpenting dalam pembahasan kita ialah jikalau anda membeli petasan atau kembang api tanpa tujuan yang terperinci dan tidak ada keuntungannya mending anda simpan uang anda. Selain harganya yang mahal pengawasan yang ekstra menjadi faktor utama. Memang ada budaya yang menjadikan kembang api menjadi salah satu elemen pentingnya. Kalau menyerupai ini terperinci niscaya mereka mempunyai tujuan yang jelas, umumnya untuk memeriahkan sesuatu peringatan. Namun, jikalau anda membeli hanya untuk hal-hal sepele saya sarankan simpan uang anda untuk acara yang bermanfaat lainnya.

Kesimpulan
Peran orang renta dalam mengawasi anaknya sangat diperlukan. Terlebih lagi ketika anak mulai memasuki masa-masa pertumbuhan emas-nya atau sering di sebut golden age. Bukan hanya persoalan mainan petasan saja yang sesungguhnya perlu orang renta perhatikan tetapi juga persoalan pada perkembangan pendidikan dan pengetahuannya.Sekian dari saya jikalau anda punya pendapat lain sanggup dibagikan di kolom komentar dibawah.

Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *