5 Solusi Meningkatkan Sektor Pariwisata

By | September 23, 2016
 Kalau kita akan berdiskusi perihal kekayaan alam Indonesia memang tidak ada habisnya 5 Solusi Meningkatkan Sektor Pariwisata
Meningkatkan Pariwisata Suatu Daerah


Zamrud Khatulistiwa merupakan julukan negera kita, negara yang sangat kaya sekali. Kalau kita akan berdiskusi perihal kekayaan alam Indonesia memang tidak ada habisnya. Terlebih lagi pelajaran yang memuat perihal kekayaan alam Indonesia sangat banyak sekali, dari mulai kenampakan alam hingga keragaman budaya kita. Semua pelajaran tersebut memuat perihal Negeri Indonesia yang kita cinta ini yang merupakan negeri dengan kekayaan alam yang sangat besar.

Indonesia itu kaya : kaya budaya, kaya keragaman suku bangsa, kaya makan khas daerah, kaya akan kesenian dan nilai-nilai tradisional, kaya akan sumber daya alam, kaya akan fauna dan flaura, dll
Ruang Lingkup
Kali ini pojok opini akan membawa kita menuju sebuah pemikiran, perihal cara untuk mengenalkan potensi wisata yang mungkin masih belum ramai dikunjungi menjadi ramai. Seperti biasa, ingat! ini artikel ini merupakan opini yang tentuhnya akan sangat menarik untuk didiskusikan.
Persoalan
Hobbi jalan-jalan kadang menciptakan penulis ingin tahu potensi wisata dari tiap-tiap daerah. Namun, saat kita mengengok potensi wisata yang ada di daerah, masih banyak yang belum terkenali atau belum hit di mata para pecinta jalan-jalan dan wisata.
Mangapa sanggup hingga banyak yang belum tahu perihal potensi wisata di tempat kita?
Persoalan itu yang akan kita cari tahu caranya. Harapannya melalui artikel ini sanggup menjadi salah satu masukan bagi para andal yang bergerak di bidang pariwisata untuk sanggup menggairahkan sektor wisata di daerah-daerah yang masih belum populer tempat wisatanya.
Pendapat berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis memperlihatkan kalau, beberapa fator berikut mungkin menjadi penyebab “kurang terkenal”nya tempat wisata di beberap daerah.
1. Kurang promosi / mengiklankan objek wisata tersebut
Menggunakan prinsip penjual atau sales barang. Mungkin kurangnya promosi dan mengiklankan tempat wisata, menjadi salah satu penyebab awal jarang orang tahu perihal suatu objek wisata, masuk akal saja alasannya ialah promosi atau iklan akan menciptakan pengunjung mendapat gosip perihal objek wisata tersebut. Misalnya dengan mengundang stasiun televisi yang menayangkan aktivitas eksplorasi tempat wisata untuk berkunjung ke kawasan wisata yang masih belum terkenal, sehingga banyak orang jadi ingin tau untuk datang
2. Memasang branding perihal sebuah objek wisata
Memasang branding sebuah objek wisata mungkin sanggup saja menarik minat orang untuk berkunjung. Misal : saat kita mempromosikan sebuah pemandian air panas sanggup kita tambahkan dengan kalimat, “pemandian air panas terapi pegal”. Sehingga, orang yang membaca akan ingin tau dan berkunjung ketempat tersebut
3. Membuat ikon lokasi wisata
Menampilkan maskot sebagai ikon lokasi wisata sanggup saja menimbulkan orang untuk mengingat-ingat sebuah tempat. Mungkin yang berdasarkan penulis sudah dilakukan dengan baik ada di beberapa tempat wisata yang memperlihatkan bak renang ataupun wisata air.
4. Menyediakan petunjuk arah menuju tempat wisata
Hal paling penting ialah menyediakan petunjuk arah untuk menuju objek wisata, tetapi petunjuk arah juga harus di barengi dengan kelayakan infrastruktur untuk menuju ke tempat wisata tersebut. Petunjuk arah ada dan manis tetapi jikalau jalan menuju tempat wisata hancur? Apalah gunanya? niscaya banyak yang malas.
5. Fasilitas dan keamanan
Selain petunjuk arah dan infrastruktur khususnya jalan. Fasilitas yang ditawarkan tempat wisata tersebut juga layak diperhatikan. Misalnya ketersediaan toilet umum, ataupun tempat parkir. Serta ketertiban dan keamanan tempat wisata juga perlu di perhatikan. Bisa-bisa jikalau tempatnya sudah ramai justru jadi tidak kondusif kan malah repot.
Mungkin itu saja yang sanggup penulis utarakan dalam pojok opini kali ini. Jika ada pembaca yang memiliki ilham dan memiliki inovasi lain silahkan sanggup kita sharing bersama di kolom komentar. Tetapi, perlu di ingat berkomentarlah yang bijak dan beretika.
Terimakasih telah membaca pojok opini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *