4 Penyebab Hilangnya Permainan Tradisional

By | September 16, 2017

Tanpa gadget anak zaman dahulu sanggup hidup senang dengan alam dan permainan sederhana

Suatu hari saya sedang beristirahat di Kantor Guru, entah kebetulan atau bagaimana terlihat sebuah buku menarik yang sudah cukup usang tak terbuka (berdebu, sebab penyimpanan tidak tertutup). Buku tersebut mempunyai judul “Permainan Tradisional” Karya Wartono,S.Pd. Penerbit Rosda. Bagian belakang buku tersebut memuat nama Pengarang dan profil singkat pengarang. Setelah di baca ternyata penulis merupakan orang Kabupaten Tegal, Tepatnya kawasan Margasari. Jujur saya ikut besar hati dengan adanya buku anggun menyerupai ini bertambah lagi penulisnya yaitu orang Tegal, sama saya juga orang Tegal tapi beda daerah.
Sebelum anda lihat penampakan bukunya ada baiknya pembaca perlu memahami pada muatan penting yang perlu kita beri sedikit garis besar dalam penulisan artikel kali ini.

  1. Saya tidak dibayar dan tidak berhubungan apapun dengan pihak penerbit atau penulis buku.
  2. Saya belum membaca buku secara utuh. Namun hanya sepintas saja.
  3. Kita tidak membahas resensi ataupun sinopsis dari buku tersebut.
  4. Artikel kali ini hanya akan membahas beberapa penyebab permainan tradisional mulai langka dan jarang dimainkan oleh bawah umur generasi milenial.
  5. Menurut Penilaian saya materi buku ini sangat anggun (tapi ingat kita tidak akan bahas banyak). Kembali ke poin nomor empat (4)
 Tanpa gadget anak zaman dahulu sanggup hidup senang dengan alam dan permainan sederhana 4 Penyebab Hilangnya Permainan Tradisional
Permainan Tradisional
  • Teknik dasar menciptakan goresan pena tangan supaya rapi
  • Belajar menciptakan goresan pena tangan yang rapi (Lanjutan)
  • Mengapa video game sangat menyenangkan?

Identitas buku
Buku yang saya baca merupakan cetakan ke 3 yang terbit tahun 2007. Cetakan pertamanya pada tahun 1997. Terdiri dari tiga pecahan dalam buku ini, dengan klarifikasi sebagai berikut :
Bab 1 : Memuat macam-macam permainan tradisional yang bersifat tabrak keterampilan fisik (seperti berlari, melompat, berjingkat). Macam-macam permainan tersebut antara lain : Patok lele (glatik), Tuna, Roboh Sembunyi (Boi), Gasing, Roboh saka, Lempar bola, Jangka, Barlen, Kejar lindung, Sledur, dll
Bab 2 : Memuat permainan yang bersifat untung- untungan, menyerupai main dadu. Meliputi : Petes, H.A, Bekel, Simbar, Gaburan, dll
Bab 3 : Memuat permainan yang  bersifat taktik, atau siasat, membutuhkan strategi. menyerupai : catur, dam, Macanan, Jalan mobil, Kotak susun, Koordinat
Buku ini dipersembahkan untuk bawah umur SD sehingga mereka mengenal permaninan tradisional dengan baik. Aturan permainan dan cara permainan sanggup anda lihat dalam buku ini. Mungkin, nama permainan di kawasan anda akan sedikit berbeda dengan yang ada dibuku ini.
Permasalahan yang kita bahas
Hal-hal apa saja yang mengakibatkan permainan tradisional menghilang di tempat kita?
Berdasarkan pengamatan dan memperhatikan kondisi di lapangan sekarang, memang akan menciptakan permainan tradisional tersisihkan. berapa hal yang mengakibatkan permainan ini tersisihkan yaitu :
1. Lapangan tempat bermain atau kebun berubah tidak ada
Lapangan (dalam hal ini yaitu tanah yang luas) ataupun kebun (milik orang sekitar tempat tinggal) kini memang sudah ditemui, hal ini menciptakan bawah umur kehilangan tempat bermainnya, otomatis permainan-permainan tradisional yang notabenenya membutuhkan tempat yang luas dan lapang menjadi susah dimainkan dan akibatnya ditinggalkan. Khusunya pada permainan yang bersifat tabrak ketangkasan niscaya akan cepat sekali ditinggalkan.
2. Perubahan struktur tanah dari semula tanah menjadi lebih keras
Perlu pembaca perhatikan, sehabis lapangan bermainnya hilang kini kita melihat jalan atau gang disekitar kita bermetamorfosis keras, baik itu di aspal, di cor, ataupun di lakukan pengerasan dengan paving ataupun yang lainnya. hal ini akan sangat berbahaya, kalau ada permainan yang menuntut berlari. kalau terjatuh. Bisa dibayangkan luka yang didapat akan lebih parah dari ketika di tanah yang tidak dikeraskan. (Sekadar pengalaman saya pernah terjatuh dari dijalan raya dan di kebun akrab rumah rasanya lebih sakit yang di jalan raya. hahahaa…)
3. Agak berbahaya permainnya
Tidak dipungkiri mungkin dalam kacamata orang sekarang, permainan tradisional khususnya yang membutuhkan acara fisik ini mempunyai kandungan resiko cedera yang sangat tinggi ketimbang bermain didepan smartphon atau yang lain. Sebab, permainan tradisional ini menuntuk fisik yang prima dan acara fisik yang cukup padat. (Hasilnya tentuh bawah umur zaman dulu lebih gesit-gesit dibanding yang sekarang) Hal ini mengakibatkan sebagian orang merasa sedikit ngeri dengan permainan yang cukup menantang.
4. Kemajuan teknologi
Bisa dikatakan inilah faktor utama penyebab bergesarnya contoh permainan yang memakai fisik menjadi digital. Tidak perlu saya sebutkan satu persatu permainannya, anda niscaya sudah banyak yang tahu dan hafal nama-mana alat yang biasa dipakai untuk melaksanakan permainan. Hal ini terang akan mengakibatkan sebuah tren gres yaitu pergeseran dari acara fisik menuju acara mata dan jari.
Kesimpulan
Itulah pandangan saya wacana hilangnya permainan-permainan tradisional dilingkungan kita. Permainan tradisional merupakan warisan budaya bangsa yang juga perlu dilestarikan. Belum tentu permainan menyerupai ini ada ditempat atau kawasan lain. Mungkin sanggup saja akan lebih kaya lagi dan lebih majemuk lagi permainannya. Jadi, mulai kini mari kita kenalkan pada bawah umur generasi milenial bahwa dulu sebelum wabah teknologi menyerang kita bermain dengan mitra dan menyatu dengan alam bersama permainan tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *