4 Ciri Mengkritik Yang Baik

By | September 9, 2016
 menciptakan banyak orang mengeluarkan sebuah pendapat 4 Ciri Mengkritik Yang Baik
Komentar Cerdas

Semakin maju teknologi, khususnya pada media sosial, menciptakan banyak orang mengeluarkan sebuah pendapat. Komentar yang cerdas akan memberi energi nyata dalam berkehidupan di sosial media. Lalu bagaimana cara memberi komentarnyang baik?

Komentar atau jawaban dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti sebagai berikut :
komentar : ko·men·tar n ulasan atau jawaban atas berita, pidato, dsb (untuk membuktikan atau menjelaskan): kabar itu disertai — dr redaksi; ia tidak memperlihatkan — apa-apa atas pidato tokoh partai itu;
ber·ko·men·tar v memberi kritik;
me·ngo·men·tari v memberi komentar; mengulas
Memberikan komentar atau berkomentar merupakan salah satu upaya untuk memberi kritik terhadap sesuatu hal.
Sifat Pemberi Komentar
Beberapa diantara kita mempunyai sifat yang sanggup kita kategorikan menjadi tiga hal, yaitu (1) orang yang peduli (mendukung), (2) netral (tidak mau tahu/masa bodoh) dan (3) penolak (penentang). Semua sifat itu sudah menjadi sifat alamiah bagi seseorang yang memperlihatkan komentar. Jadi, tinggal kembali lagi kepada si pengomentar, ia masuk golongan yang mana.


Syarat Memberi Komentar yang Baik
Secara standar memberi komentar yang baik harus memenuhi beberapa syarat berikut :
1. Menggunakan bahasa yang baik dan sopan
2. Komentar yang baik tidak menyinggung perasaan
3. Komentar harus disampaikan secara terperinci (dimengerti penerima)
4. Komentar yang baik tidak hanya bernilai negatif, tetapi harus memberi solusi pemecahan

Komentar Cerdas

Banyak diantra kita yang masih belum bisa memperlihatkan komentar yang cerdas dan baik. Bahkan, komentar yang dilontarkan dalam beberapa masalah sering mengarah kepada SARA dan fanatik yang sarat akan emosi yang menciptakan suasana diskusi menjadi tidak sehat.

Hal ini menurut dari pengamatan penulis dalam beberapa ruang diskusi publik di kolom komentar banyak sekali situs (khususnya pada kasus-kasus yang hangat). Harusnya, sebelum kita memeri komentar bijaknya kita melihat sebuah permasalahan dari dua sisi kalau dirasa sisi baik memang tidak ada maka tidak duduk masalah kita mengomentari sisi negatif yang cenderung lebih banyak. Namun, kalau ada sisi baik jangan lupa juga kita untuk itu memperlihatkan pandangan yang baik tersebut.
Minimnya kemampuan berkomentar secara cerdas juga memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan dan tingkat “kesadaran” dari sesorang sangat rendah. Mungkin ia masih belum sadar bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna semua niscaya mempunyai sisi baik dan buruk.
Adanya dua sisi tersebut menciptakan mustahil semua hal itu dipandang baik ataupun dipandang jelek semua. Jadi, berkomentar secara cerdas ialah komentar yang mempu memperlihatkan masukan (atau solusi) terhadap sesuatu, dan memperlihatkan tunjangan (jika dirasa tepat). Bukan hanya memberi umpatan dan atau tunjangan buta semata, yang menjadikan ketidaksehatan lembaga diskusi
Kesimpulan
Memberi komentar secara cerdas kan memperlihatkan tingkat pendidikan dari seseorang. Memberi evaluasi secara objektif menjadi modal yang paling tepat ketika berkomentar secara cerdas. Bukan, memperlihatkan evaluasi secara subjektif semata

Sekian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *