18 Cara Membesarkan Anak Dengan Cinta

By | Mei 19, 2012
 kita mengetahui cara anak berguru dan hasil dari didikan mereka 18 Cara Membesarkan anak dengan cinta
Membesaekan anak

Pembaca….

Sebagai calon pendidik ada baiknya kita mengetahui cara anak berguru dan hasil dari didikan mereka. Siap anak berguru dari hidup mereka dan tentuhnya cara orang renta mereka mendidiknya.
Berikut ini yakni 18 cara membesarkan anak dengan cinta.
Bacalah kalimat berikut dan resapilah, gunakan budi budi dan logika anda…..
  1. Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka ia belajar memaki
  2. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, maka ia belajar berkelahi
  3. Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, maka ia belajar gelisah
  4. Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, maka ia belajar meratapi diri
  5. Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, maka ia belajar rendah diri
  6. Jika anak dibesarkan dengan iri hati, maka ia belajar kedengkian
  7. Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, maka ia belajar merasa bersalah
  8. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, maka ia belajar percaya diri
  9. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, maka ia belajar menahan diri
  10. Jika anak dibesarkan dengan pujian, maka ia akan belajar menghargai
  11. Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, maka ia akan belajar mencintai
  12. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, maka ia akan belajar menyenangi diri
  13. Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, maka ia akan belajar mengenai tujuan
  14. Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, maka ia akan belajar kedermawanan
  15. Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, maka ia akan belajar kebenaran dan keadilan
  16. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, maka ia akan belajar menaruh kepercayaan
  17. Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, maka ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan
  18. Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, maka ia akan belajar berdamai dengan pikiran.

Sudah ??

Sekarang bagaimana?
Mendidik anak (khusunya anak kecil) memang susah, itulah yang diemban oleh orang tua, mereka harus mendidik anak mereka dilingkungan keluarga (Pendidikan Informal). merekalah yang mengajari kita bagaimana caranya hidup mandiri, dan merekalah yang sejatinya mendidik kita dari awal kita hadir didunia ini.
Berbeda lagi dengan yang diajarkan seorang pendidik (guru) dilingkungan sekolah (Pendidikan Formal), mereka akan mengajarkan aneka macam macam ilmu pengetahuan yang anak tidak didapatkan dilingkungan keluarga supaya anak mempunyai bekal yang cukup dalam menjalani hidup ini, supaya anak mempunyai keterampilan dalam masyarakat.
Selain kedua faktor tersebut masyarakat juga turut andil dalam perkembangan seorang anak, alasannya yakni dimasyarakatlah anak akan melaksanakan sosialisasi dan menemukan banyak hal yang berbeda dari yang didapat di lingkungan keluarga dan sekolah.
Coba bayangkan kalau seorang pendidik (guru) tidak sanggup membesarkan anak didiknya dengan baik. maka yang jadi pertanyaan cukup mudah
Mau Makara apa mereka kelak???
 
Dikutip dari aneka macam macam sumber di google…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *